Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Angka HIV/AIDS Kutim Tinggi / KPA Kutim Minta Pemda Carikan Solusi Terbaik

Angka HIV/AIDS Kutim Tinggi / KPA Kutim Minta Pemda Carikan Solusi Terbaik

(3241 Views) Maret 3, 2016 5:05 am | Published by | No comment

Sangatta. Dengan perhitungan jumlah penduduk Kabupaten Kutai Timur sebanyak 412.000 jiwa serta dengan jumlah pengidap HIV baik yang hidup maupun meninggal dunia sebanyak 234 orang, maka ada prevalensi sebesar 0,005 persen. Persentase ini ternyata sudah diatas ambang maksimum program MDG’s. Meskipun program MDG’S sudah berakhir pada 2015 lalu tetapi angka ini cukup memprihatinkan dan memperlihatkan bahwa penyebaran HIV/AIDS di Kutai Timur sangat tinggi.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kutai Timur Harmadji, dari 234 orang pengidap HIV di Kutim, yang masih hidup sebanyak 196 orang. 137 orang masih berstatus HIV dan yang sudah positif AIDS 59 orang. Sementara yang sudah meninggal 38 orang.

Lanjut Harmadji, dari total orang hidup dengan AIDS (ODHA) sebanyak 196 orang ini sebarannya sudah hampir merata di 18 kecamatan di Kutim. Terutama di 13 kecamatan dan ternyata hanya yang terlaporkan di klinik VCT, puskesmas serta Rumah Sakit. Sementara dari angka tersebut, sebaran tertinggi berada di Kecamatan Sangatta Utara sebanyak 62 jiwa ODHA dan di Kecamatan Sangatta Selatan sebanyak 25 jiwa ODHA. Sehingga ada 87 jiwa ODHA ada dan bermukim di Kota Sangatta.

(Voice : KPA Harmadji – AIDS Kutim Tinggi)

Lebih jauh dikatakan, angka ini kemungkinan akan semakin meningkat dan cenderung sporadis karena dengan ditutupnya lokalisasi Kampung Kajang oleh Pemerintah Kutim menyebabkan para perempuan tuna susila yang sebelumnya menempati lokalisasi, menyebar ke kota dan bermukin di rumah-rumah kos dan melakuka praktek prostitusi secara terselubung. Sehingga KPA Kutim saat ini kesulitan dan tidak bisa mendata dan melacak sebaran HIV/AIDS di Kutim.

Dirinya berharap adanya perhatian lebih dan solusi dari Pemerintah Kutim terkait tingginya angka pengidap HIV/AIDS di Kutim saat ini. Terlebih saat ini maraknya bermunculan sejumlah cafe remang-remang tak berizin yang terindikasi menjadi wadah baru dalam praktek prostitusi.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments