Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Antisipasi Permainan Harga Bahan Pangan, Wabup Kutim Pimpin Sidak ke Pasar Tradisional

Antisipasi Permainan Harga Bahan Pangan, Wabup Kutim Pimpin Sidak ke Pasar Tradisional

(885 Views) Juni 9, 2016 8:26 am | Published by | No comment

Sangatta. Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, Kamis (9/6) pagi, memimpin langsung inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Induk Sangatta dan Pasar Sangatta Selatan. Selain kedua pasar tradisional tersebut, sidak juga dilakukan di kedua toko swayalan di Kota Sangatta, yakni di Bandi Raya Salayan dan Era Mart. Dalam sidak yang diikuti jajaran Disperindag Kutim, Satpol PP Kutim, Diskop dan UKM Kutim, dan beberapa bagian terkait lainnya.

Didampingi Assisten ekonomi Pembangunan Pemkab Kutim Rupiansyah, Wabup Kasmidi mengatakan bahwa sidak kali ini untuk mengetahui seberapa besar lonjakan harga-harga sembilan bahan kebutuhan pokok (Sembako) dan beberapa bahan lainnya seperti daging, ayam, telur dan sayur-mayur di pasar tradisional yang ada wilayah Kutim khususnya Kota Sangatta selama bulan ramadhan. Sementara sidak ke toko swalayan ini dilakukan untuk melihat apakah ada produk makanan dan obat-obatan ringan yang dijual namun sudah melewati masa kadaluarsa.

Lanjut Kasmidi, dari hasil pantauan di kedua pasar tradisional tersebut, diketahu beberapa harga memang mengalami kenaikan, tetapi juga ada yang mengalami penurunan. Namun secara keseluruhan harga tersebut masih dalam batas wajar dan mampu dijangkau masyarakat Sangatta. Kemungkinan kenaikan beberapa harga bahan sembako dan bahan pangan lainnya dipengaruhi ongkos kirim atau angkut bahan tersebut dari produsen ke pasar. Akan tetapi dirinya tetap akan meminta kepada instansi pejabat terkait untuk mengeluarkan sudat edaran kepada distributor maupun agen sembako dan bahan pokok lainnya untuk bisa menjaga kestabilan harga di pasaran.

Lebih jauh Wabup Kasmidi mengatakan, operasi pasar atau sidak lanjutan akan tetap dilakukan terutama menjelang lebaran nanti. Dirinya berharap tidak ada agen atau distributor nakal yang melakukan penimbunan sembako atau sejenisnya, sehingga menyebabkan harga menjadi meroket dan tentunya merugikan masyarakat.

Sementara itu, dari pantauan media dan data yang dihimpun dari Disperindag Kutim, beberpa harga bahan pangan yang mengalami kenaikan, diantaranya gula pasirdari Rp 13.500 per kilogram naik Rp 3.000 menjadi Rp 16.500. Kemudian minyak goreng botol bimoli 1 liter dari harga Rp 15.500 naik Rp 1.833 menjadi Rp 17.333,. Harga daging ayam boiler Rp 38.000 per kilogram mengalami kenaikan Rp 2.000 dari harga semula Rp 36.000. Sedangkan harga daging sapi berada diposisi tetap yakni Rp 120.000 per kilogram. Sementara bahan pangan yang mengalami penurunan drastis adalah cabe tiung dari harga Rp 50.000 per kiligram menjadi Rp 18.000 per kilogram dan cabe rawit dari harga Rp 80.000 per kilogram kini hanya Rp 35.000 per kilogramnya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments