Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Supir Merugi, Dishub Kutim Wacanakan Angkot Gratis ke RSUD Kudungga

Supir Merugi, Dishub Kutim Wacanakan Angkot Gratis ke RSUD Kudungga

(903 Views) April 19, 2016 9:05 am | Published by | No comment

Sangatta. Sudah hampir sebulan Pemerintah Kutai Timur (Kutim) menerapkan trayek angkutan kota (Angkot) Sangatta lama hingga Pasar Induk dan Swarga bara, pulang pergi. Namun ternyata hingga hari ini dari pengamatan media, kondisi trayek angkot ini masih sepi penumpang.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kutim, upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan trayek ini terus dilakukan. Namun ujarnya memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Angkot-angkot ini masih kalah bersaing dengan kendaraan pribadi. Tetapi dirinya yakin, lambat laun masyarakat akan semakin berminat menggunakan angkot ini.

Lanjut Johansyah, untuk 1 angkot trayek khusus Sangatta lama hingga PIS ke Swarga Bara, saat ini diberikan subsidi Rp 150.000 per hari. Dengan 10 unit angkot beroperasi ditrayek tersebut, setiap bulannya pemerintah mengeluarkan subdisi Rp 45 juta. Namun dari hasil evalusi yang ada saat ini, per harinya setiap angkot hanya mendapatkan pemasukan antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per harinya. Sementara, jika dihitung pengeluaran sewa mobil termasuk bensin, per harinya menghabiskan Rp 300.000. Dengan kondisi seperti ini, jika para supir angkot ini juga harus melayani trayek hingga ke RSUD Kudungga di Jalan Soekarno-Hatta, tentu akan sangat merugi. Sehingga ada ada wacana dari Dishub Kutim untuk menggratiskan angkot trayek khusus jalur Kampung Tator hingga RSUD Kudungga, Sangatta.

Lebih jauh Johansyah mengatakan, pemerintah saat ini mencari cara bagaimana menyiapkan anggaran subsidi bagi angkot ini. Hal ini karena anggaran subsidi ini tidak masuk dalam anggaran Dishub Kutim. Sementara yang ditanggung pemerintah hanya subsidi spare part (suku cadang) kendaraan. Sehingga jika pemerintah ingin terus menyediakan subsidi bagi angkot-angkot ini maka tinggal bagaimana Bupati Kutim mencarikan alokasi anggaran subsidi. Seperti melalui pihak ketiga atau anggaran Corporate Sosial Responsibility (CSR).

(Voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments