Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Tak Kunjung Ada Kejelasan, Pemkab Kutim Bisa Ambil Alih Penyelesaian Causeway Pelabuhan Kenyamukan

Tak Kunjung Ada Kejelasan, Pemkab Kutim Bisa Ambil Alih Penyelesaian Causeway Pelabuhan Kenyamukan

(969 Views) Juni 2, 2016 1:07 pm | Published by | No comment

Sangatta. Belum rampung-rampungnya pembangunan jalur causeway Pelabuhan Kenyamukan, Sangatta sepanjang 500 meter, bisa menjadi salah satu penyebab pelabuhan ini tidak bisa digunakan. Padahal jalur yang dikerjakan sejak tahun 2013 silam dan menggunakan dana APBN, dijanjikan akan diselesaikan pada tahun ini.

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, yang pagi tadi meninjau perkembangan penyelesaian pelabuhan Kenyamukan, Sangatta, mengatakan jika memang pemerintah Pusat tidak kunjung jua menyelesaikan pembangunan jalur causeway ini, maka tidak menutup kemungkinan pengerjaannya diambil alih oleh Pemkab Kutim. Namun tentunya dengan seizin Pusat.

Lanjut Kasmidi, disebutkan oleh pemerintah Pusat bahwa untuk menyelesaikan jalur causeway ini, membutuhkan anggaran sebesar Rp 20 miliar lagi. Menurutnya, aggaran tersebut bisa saja dipenuhi oleh Pemkab Kutim jika memang pusat merasa keberatan. Padahal sebelumnya, ada perjanjian antara Pemkab Kutim dan Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan 50 persen berbanding 50 persen atau bagi dua anggaran. Namun jika dilihat bahwa untuk menyelesaikan sisi darat, Pemkab Kutim sudah menghabiskan Rp 50 miliar. Belum lagi pembangunan dermaga dan jalur trestel Rp 260 miliar. Sedangkan pembangunan causeway yang dibiayai Pusat hanya menghabiskan anggaran Rp 50 miliar. Sehingga jika melihat perbandingan yang ada, antara anggaran yang dikucurkan Pemkab Kutim dan Pemerintah Pusat, sekitar 80 persen berbanding 20 persen.

Lebih jauh Wabup Kasmidi mengatakan, saat ini pelabuhan kenyamukan ibarat “anggaran yang dijemur” karena belum bisa digunakan. Padahal jika pelabuhan ini sudah bisa digunakan, tidak perlu jauh-jauh membayangkan anggaran yang bakal masuk ke kas daerah Kutim, tetapi cukup memungut bea tambat kapal-kapal yang masuk dan labuh jangkar di perairan laut Kutim. Akibat belum selesainya pelabuhan kenyamukan ini, Kabupaten Kutai Timur ditaksir kehilangan potensi pemasukan daerah dari retribusi bea tambat kapal ini sebesar Rp 30 Miliar per tahunnya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments