Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Warga Sepaso Terkena Dampak Blasting Tambang PT KPC, Distamben Kutim Angkat Tangan

Warga Sepaso Terkena Dampak Blasting Tambang PT KPC, Distamben Kutim Angkat Tangan

(1258 Views) Februari 18, 2016 9:02 am | Published by | No comment

Sangatta. Pembukaan jalur tambang dengan menggunakan bahan peledak (Blasting) yang dilakukan PT Kaltim Prima Coal (KPC) di area tambang Desa Sepaso Selatan Kecamatan Bengalon, ternyata cukup memberikan dampak bagi sebagian warga yang masih bermukim tak jauh dari areal tambang milik PT KPC tersebut. Bahkan akibat kegiatan blasting ini menyebabkan bergesernya pondasi rumah-rumah warga sekitar. Seperti yang dialami warga Desa Sepaso Selatan Km 66 dan Km 88 Kecamatan Bengalon. Namun ternyata, dampak buruk kegiatan blasting tidak bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah Kutim dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).

Kepala Distamben Kutim Wijaya Rahman, saat dihubungi awak media mengatakan hingga saat ini dirinya belum ada menerima laporan warga atau dari jajarannya terkait kegiatan blasting di area tambang milik PT KPC yang berdampak pada pemukiman warga di desa Sepaso Selatan Kecamatan Bengalon tersebut.

Lanjutnya, jika memang terjadi hal demikian yang merugikan warga, dapat melaporkan langsung kepada Kementrian Energi Sumber Daya mIneral (ESDM) di Jakarta. Hal ini karena perizinan PT KPC bukanlah pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Kutim yang mengeluarkannya, namun dari pemerintah pusat. Sementara Distamben Kutim tidak memiliki kewenangan apa-apa terkait aktivitas dan perizinan PT KPC, apalagi hingga memberikan teguran atau sanksi. Jika memang ada warga Sepaso Selatan yang mengadukan permasalahn ini kepada Distamben Kutim, pihaknya hanya mengarahkan saja agar warga dapat menghubungi bagian pemerintahan yang ada di Setkab Kutai Timur.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments