Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 1 Keluarga di Kutim Disinyalir Eksodus ke Kukar Gabung ke Gafatar

1 Keluarga di Kutim Disinyalir Eksodus ke Kukar Gabung ke Gafatar

(333 Views) Januari 21, 2016 9:00 am | Published by | No comment

Sangatta. Walaupun Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sudah dinyatakan sesat dan terlarang sejak tahun 2015 lalu, bahkan sudah dibubarkan, namun organisasi bentukan Akmad Musaddek ini ternyata disinyalir masih memiliki eksistensi pada lapisan bawah. Bahkan saat ini Kalimantan disebutkan sebagai salah satu basis besar bertumbuhnya Ormas terlarang ini. Demikian diungkapkan Kapolres Kutai Timur AKBP Anang Triwidiandoko, saat memberikan pemaparan dalam Sosialisasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme terhadap Keutuhan NKRI. Kegiatan ini digagas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur, Kamis (21/1), bertempat di Ruang Meranti kantor Bupati Kutim.

Dikatakan Kapolres Anang, memang hingga saat ini organisasi Gafatar belum terdeteksi keberadaannya di Kutim. Akan tetapi, walau sudah dinyatakan sesat dan dibubarkan, namun Gafatar masih tercium pergerakannnya di Kalimantan. Terutama di wilayah Kaltim yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar). Kelompok ini membentuk sebuah komunitas eksklusif dan terpencil dari keramaian masyarakat pada umumnya. Bahkan, saat ini Polres Kutim sudah mengendus adanya satu keluarga asal Kutai Timur yang disinyalir melakukan eksodus ke Kabupaten Kutai Kartanegara untuk bergabung ke kelompok Gafatar ini.

Diungkapkannya, saat ini masih dilakukan pendalaman terkait adanya eksodus satu keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan satu orang anak tersebut. Walaupun dikatakan bahwa satu keluarga ini juga sebenarnya bukan warga asli Kutai Timur, namun karena sudah lama menetap di Kutim dan sudah memiliki KTP Sangatta, karenanya dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Anang berharap adanya peran serta masyarakat untuk melakukan pemantaun dan berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat baik Polsek maupun Koramil, jika ada sekelompok masyarakat pendatang yang melakukan aktivitas mencurigakan dan terkesan eksklusif dan memisahkan diri dari masyarakat. Masyarakat diminta kembali mengaktifkan Siskamling dan wajib lapor 1 x 24 jam kepada pendatang baru. Dirinya pun sudah memerintahkan kepada Kapolsek untuk segera berkoordinasi dengan Camat dan Danramil setempat untuk melakukan sosialisasi akan bahaya radikalisme dan terorisme kepada masyarakat, bahkan yang bermukim di pelosok-pelosok desa.

(voice)

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang ditemui usai membuka sosialisasi Bahaya Faham Radikal dan Terorisme, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada satupun laporan yang masuk terkait keberadaan Gafatar di Kutai Timur. Namun tentu perlu adanya kewaspadaan dini agar organisasi Gafatar ini bisa masuk dan berkembang di Kutai Timur. Sehingga dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh Camat di Kutai Timur untuk segera berkoordiansi dengan aparat terkait untuk melakukan pemantauan dan mensosialisasikan bahaya faham radikalisme dan terorisme kepada masyarakat.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments