Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 11 Pucuk Senpi dan Amunisi Milik Polsus Kehutanan Kutim Berhasil Dievakuasi dari Lokasi Kebakaran

11 Pucuk Senpi dan Amunisi Milik Polsus Kehutanan Kutim Berhasil Dievakuasi dari Lokasi Kebakaran

(889 Views) April 21, 2015 9:32 am | Published by | No comment

Sangatta. Jajaran Pores Kutim dan Tim Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Kutai Timur berhasil mengevakuasi 11 pucuk senjata api organik dan 400 butir peluru milik Polhut Kutim yang ikut terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kantor Dinas Kehutanan Kutai Timur, pada pukul 03.00 wita, dini hari tadi.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Kutai Timur Idham Edwin, pada peristiwa kebakaran yang menimpa kantornya dini hari tadi, juga ikut terbakar 11 pucuk senjata api organik milik Polisi Khusus Kehutanan (Polhut), yakni sepucuk pistol dan sepuluh buah senjata laras panjang. Selain itu juga ada 400 butir amunisi. Sebelas pucuk senjata ini tersimpan di dalam gudang senjata yang bangunannya ada di dalam bangunan utama Dinas Kehutanan Kutim.

Evakuasi senjata dan amunisi dari dalam gudang senjata ini dilakukan jajaran Polres Kutim dibantu Polhut Kutim, dengan sebelumnya dilakukan pendinginan terlebih dahulu oleh petugas PMK Sangatta agar mencegah amunisi yang ada meledak. Usai dievakuasi, kini senjata api dan amunisi ini langsung diamankan di Mapolres Kutim.

(voice)

Sebagimana diketahui, pada pukul 03.00 wita dini hari tadi, peristiwa kebakaran melanda Kantor Dinas Kehutanan Kutim yang berada di Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta. Api baru bisa dipadamkan setelah 3 jam kemudian, berkat kerja keras PMK Sangatta yang menerjunkan 8 unit mobil PMK. Hingga kini asal dan musabab timbulnya api masih dalam penyidikan tim Polres Kutim dan kemungkinan juga akan menurunkan Tim Puslabfor Mabes Polri. Sementara itu, kerugian akibat musibah kebakaran diperkirakan lebih dari Rp3 miliar.

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in:

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of