Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 18 Camat seKutai Timur Sepakat Tolak Program Raskin 2016

18 Camat seKutai Timur Sepakat Tolak Program Raskin 2016

(562 Views) Oktober 4, 2015 1:46 pm | Published by | No comment
Sangatta.  Ketidak akuratan data masyarakat miskin dan kualitas beras yang dinilai berada dibawah standar, menjadi salah satu pertimbangan dari 18 Camat seKutai Timur untuk menolak program Beras Miskin (Raskin) yang digelontorkan Pemerintah Pusat. Belum lagi permasalahan hukum yang menanti para aparat kecamatan jika ada indikasi penyelewengan dalam pendistribusian beras-beras yang memang dikhususkan bagi masyarakat miskin ini.
Camat Sangatta Utara Didi Herdiansyah, mewakili 18 Camat seKutim mengatakan bahwa peliknya permasalahan raskin ini membuat seluruh camat di Kutim angkat tangan dan sepakat menolak program pemdistribusian raskin tahun 2016 nanti. Rekomendasi penolakan ini akan disampaikan melalui Kepala Bagian Ekonomi Setkab Kutai Timur dan Assisten Ekonomi dan Pembangunan, untuk selanjutnya diteruskan kepada Bupati Kutim.
Dikatakan Didi, mulai dari ketidak akuratan data masyarakat miskin di tingkat kecamatan menjadi permasalahan dalam pembagian raskin. Sangatta Utara sendiri, kini terdata ada sebanyak 1.115 warga miskin. Dirinya bahkan mempertanyakan validitas data tersebut, karena tidak mungkin data masyarakat miskin di Sangatta Utara hingga mencapai angka tersebut. Belum lagi permasalahan kualitas beras yang datang kebanyakan dibawah rata-rata  atau tidak layak.  Pihak kecamatan terkadang mendapat tudingan jika beras dengan kualitas bagus dijual sementara masyarakat dibagikan beras dengan kualitas buruk.
(voice)
Lebih jauh dikatakan Didi, sebenarnya program Raskin ini sangat baik dan membantu bagi masyarakat yang benar-benar miskin, namun pemerintah pusat juga perlu memberikan perhatian khusus terutama dalam hal pendistribusian beras ke daerah-daerah masyarakat miskin. Karena secara geografis, Kutai Timur sangat jauh berbeda dengan Jawa. Terlebih lagi biaya angkut yang diberikan Pemerintah Pusat tidak seimbang dengan ongkos trasportasi antar Kecamatan di Kutim. Seperti jika harus mendistribusikan Raskin ke Kecamatan Sandaran yang harus menyewa speed boat dengan ongkos Rp3 juta per sekali jalan.
—————-

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments