Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 2 Tahun Jadi Target Operasi, Ditangkap Bersama 2 Kaki Tangan, Salah Satu Jaringan Terbesar Di Sangatta

2 Tahun Jadi Target Operasi, Ditangkap Bersama 2 Kaki Tangan, Salah Satu Jaringan Terbesar Di Sangatta

(532 Views) September 16, 2016 3:41 am | Published by | No comment

Sangatta – Dua tahun menjadi target operasi satreskoba polres kutim, akhirnya AR alias Ongky, salah satu bandar besar di sangatta, berhasil diamankan bersama dua kaki tangannya.

Tiga tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu, tengah menjalani pemeriksaan intensif diruang Satreskoba Polres Kutim, untuk dilakukan pendalaman untuk mencari pemasok utama dalam jaringan tersebut. Diketahui, ketiganya merupakan satu jaringan, yang ditangkap di tiga TKP berbeda. Dari ketiganya, polisi mengamankan tiga poket sabu seberat tiga gram, uang tunai jutaan rupiah hasil penjualan, serta kendaraan bermotor dan alat komunikasi.

Menurut keterangan Pjs Kanit Reskoba Iptu Abdul Rauf ditemui di ruang kerjanya menuturkan, jika salah satu pelaku berinisial AR merupakan target opersi selama dua tahun belakangan. Pelaku beberapa kali selalu lolos, lantaran aparat tidak pernah menemukan barang bukti. Namum kali ini. Berbekal keterangan dua kaki tangannya yang terlebih dahulu diamankan, polisi dapat membekuk bandar tersebut di kediamannya, meski di rumah pelaku aparat tidak menemukan sabu. Namun tes urin yang dilakukan sudah membuktikan bahwa seluruh pelaku merupakan pemakai.

Voice : Iptu Abdul Rauf ( Pjs Kasat Narkoba Polres Kutim)

Pj Kasat menjelaskan, terbongkarnya jaringan tersebut setelah tertangkapnya ED di jalan Hidayatullah Sangatta Utara, yang tengah membawa dua poket. Dari keterangan ed, polisi kemudian mengamankan AY di rumahnya, setelah digeledah polisi menemukan 1 paket sabu. Diketahui, AY merupakan kurir dari jaringan tersebut. Tertangkapnya dua pelaku ini, maka polisi selanjutnya membekuk AR yang tengah bersantai di rumahya.

Meskipun barang bukti yang didapatkan tergolong kecil, namun jaringan Ongky ini merupakan jaringan besar di sangatta, yang mendapatkan suplai utama dari samarinda, dan hingga kini masih tahap pengembangan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 112 dan 114 tentang narkotika tahun 2016, dengan ancaman kurungan minimal lima tahun penjara.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments