Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 617 Perusahaan di Kutim Diminta Bayar THR Karyawan

617 Perusahaan di Kutim Diminta Bayar THR Karyawan

(467 Views) Juli 1, 2015 9:22 am | Published by | No comment

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman melalui Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Abdullah Fauzie mengimbau agar seluruh pengusaha serta perusahaan yang ada didaerah ini untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja. Menurut dia, imbauan tersebut disampaikan oleh Bupati berdasarkan Surat  Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia (Menaker RI) Nomor 7/MEN/VI/2015 yang ditujukan kepada para Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia tentang pembayaran tunjangan keagamaan dan imbauan mudik lebaran. “(Imbauan disampaikan) Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan mereka (karyawan perusahaan) dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan,” jelas Fauzie.
Lebih jauh dijelaskan olehnya, dalam surat edaran Menaker disebutkan bahwa setiap perusahaan yang telah mempekerjakan pekerja/buruh dapat memberikan THR bagi pekerja yang bekerja dengan masa kerja tiga bulan secara terus menerus atau lebih. Kemudian memberi tunjangan dimaksud kepada pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus sebesar satu bulan upah.
“Gubernur dan Bupati /Walikota juga diminta mendorong pengusaha diwilayahnya untuk menyelenggarakan mudik lebaran serta membentuk Pos Komando Satuan Posko Ketenagakerjaan peduli lebaran 2015,” kata mantan Kabag Hukum Setkab Kutim ini. Fauzie mengaku saat ini pihaknya telah menyurati resmi seluruh pimpinan perusahaan didaerah ini untuk membayar THR karyaran. Surat dimaksud dikirim dengan nomor surat 568/939/HIJ tanggal 23 Juni 2015. Selain menindak lanjuti surat dari Menaker RI, pengiriman surat kepada pihak perusahaan didasari pula surat edaran Kadisnakertrans Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Usriansyah, Nomor 560/2250/BHI/DTKT tanggal 25 Juni 2015. Total ada sebanyak 617 perusahaan dan pimpinan perusahaan wajib membayar THR keagamaan bagi pekerja. Pembayaran selambat-lambatnya dilakukan tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Kadisnakertrans menjelaskan sebanyak 617 pengusaha yang disurati itu terdiri dari berbagai sektor usaha. Terdiri dari sector usaha pertambangan batubara, pertambangan minyak dan gas, perkebunan sawit, logging perkayuan, Hak Penguasaan Hutan (HPH), Kehutanan (HTI), CPO Sawit. Berikutnya perusahaan yang bergerak dibidang Jasa Perhubungan, Survey/Analisis Batubara, Konstruksi, Jasa Catering, Suplayer, Bangunan Sipil, Telekomunikasi, Transportasi, Jasa Angkutan dan lainnya. Berdasarkan data Disnakertrans Kutim, 617 perusahaan tersebut, menaungi tenaga kerja dengan jumlah mencapai 107 ribu orang lebih. Sebanyak 86 ribu lebih merupakan karyawan laki-laki dan 22 ribu lebih perempuan. Sebanyak 10 ribu lebih sisanya merupakan tenaga kerja asing.
“Disnakertrans Kutim juga membuka posko pengaduan THR. Kalau masih ada pengusaha belum membayarkan THR pekerja pada H-7 di imbau (kepada karyawan) untuk melapor,” tegas Fauzie.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments