Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » 300 Sertifikat Lahan Transmigrasi di Kutim Masuk Kawasan Hutan

300 Sertifikat Lahan Transmigrasi di Kutim Masuk Kawasan Hutan

(2984 Views) Juli 29, 2016 8:28 am | Published by | 259 Comments

Sangatta. Sebanyak lebih dari 300 buah sertifikat transmigrasi warga yang tersebar di Kecamatan Muara Wahau, Kecamatan Kongbeng dan Kecamatan Batu Ampar, dipastikan tidak dapat diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kutai Timur, akibat masuk dalam kawasan hutan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur, Abdullah Fauzie.

Dikatakan, dari ribuan sertifikat lahan milik transmigrasi yang ada di ketiga kecamatan tersebut, lebih dari 300 sertifikat statusnya kini masuk dalam kawasan hutan atau sekitar 600 ribu hektar lahan. Pada mulanya diketahui lahan tersebut tidak masuk dalam kawasan hutan, namun seiring berjalannya proses rencana tata ruang dan kawasan (RTRW) provinsi dan kabupaten, sehingga saat ini terdata masuk dalam kawasan hutan tersebut. Karenanya BPN menunda menerbitkan 300 sertifikat lahan transmigrasi tersebut.

Lanjut Fauzie, kini tinggal bagaimana berkoordiansi dengan Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) dan Kementrian Kehutanan, apakah 300 sertifikat lahan transmigrasi tersebut bisa diakui atau diputihkan sebagai lahan transmigrasi atau tidak. Jika tidak maka pemerintah Kutim mungkin tidak bisa berbuat apa-apa.

(Voice : Disnaker Fauzie – 300 Sertifikat Trans Masuk Kawasan Hutan)

Sebelumnya, sebanyak 1.678 buah sertifikat warga transmigrasi di Kecamatan Muara Wahau, Kongbeng dan Batu Ampar, hingga kini belum diserahkan kepada warga transmigrasi. Rencananya pada awal Agustus nanti Disnakertrans Kutim menggandeng BPN Provinsi dan BPN Kutim, akan melakukan pendataan ulang di lapangan terkait kepemilikan sertifikat lahan tersebut.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

259 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments