Menu Click to open Menus
Home » Pemerintahan » 6.900 TK2D: 5000 Diantaranya Diupayakan Jadi PPPK Tuntas 2025

6.900 TK2D: 5000 Diantaranya Diupayakan Jadi PPPK Tuntas 2025

(114 Views) Februari 3, 2020 4:55 pm | Published by | No comment

Sangatta – Wacana Pemkab Kutai Timur untuk meningkatkan status  6.900 TK2D menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) direncanakan akan tuntas 2025, seleksi dimulai 2020.

Namun dengan syarat harus mengikuti tes seleksi sama seperti yang dilalui CPNS dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT), jadi apabila melalui komputer tidak lulus maka peserta tes dinyatakan tidak lolos. tidak ada alternatif lain, sebab dalam perekrutan PPPK tidak ada perekrutan langsung tetapi semuanya harus melalui tes.  hal itu, berdasarkan PP 49/2018, mereka akan tetap melalui proses seleksi, agar memperoleh SDM yang berkualitas. hal tersebut diutarakan Seskab Irawansyah kepada wartawan, Senin (3/2/20) Di Kantor Bupati.

Untuk menyelesaikan 6.900 TK2D tersebut, pemerintah secara bertahap akan merekrut 1000 TK2D pertahunnya sehingga dari jumlah tersebut  otomatis rampung 5000 TK2d Kutim dalam waktu 5 tahun hingga 2024 nanti. Sisanya 1.600 orang belum ada kepastian.

Sementara dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK membuka peluang bagi kalangan profesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau terbuka untuk umum, Seskab mengatakan, Pemkab Kutim sudah mengajukan ke pusat dan saat ini sedang dalam proses. intinya pemerintah ingin menaikkan TK2D ke PPPK.

Dalam PP itu juga disebutkan, setiap ASN yang berstatus PPPK mendapat hak dan fasilitas yang setara dengan PNS. PPPK memiliki kewajiban serta hak yang sama dengan ASN yang berstatus PNS. Kecuali jaminan pensiun, PPPK juga mendapat perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta bantuan hukum.

Voice Normaida

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in:

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of