Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Atasi Krisis Keuangan, Pemkab Kutim Akhirnya Ajukan Pinjaman Dana Segar

Atasi Krisis Keuangan, Pemkab Kutim Akhirnya Ajukan Pinjaman Dana Segar

(460 Views) September 6, 2016 10:18 am | Published by | No comment

Sangatta. Pemerintah Kutai Timur akhirnya mulai mengambil ancang-ancang untuk mengatasi krisis keuangan yang hingga kini masih melilit Kutim. Salah satu langkah untuk bisa sedikit mengambil nafas dalam himpitan defisit anggaran ini adalah dengan mengajukan dana pinjaman kepada lembaga keuangan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur Suprihanto, mengatakan bahwa dengan adanya pemangkasan Rp 1,4 Triliun ini otomatis membuat Kutim mati langkah dan tidak bisa berbuat banyak. Sehingga pemerintah Kutim tengah memutar otak untuk mencari solusi dan terobosan agar bisa keluar dari kondisi defisit keuangan. Paling tidak harus ada upaya yang bisa dilakukan sebagai penyelamatan keuangan hingga ke penghujung Desember, nanti.

Lanjutnya, saat ini Bupati sudah memikirkan langkah-langkah agar Kutai Timur bisa keluar dari krisis keuangan yang kini menghimpit Kutim. Langkah yang diambil adalah salah satunya dengan mengajukan pinjaman dana segar kepada lembaga keuangan, seperti Bank Kaltim dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Untuk Bank Kaltim sendiri, pemerintah Kutim berencana akan mengajukan pinjaman hingga Rp 400 miliar dengan bunga 5 persen, untuk menutupi utang-piutang proyek yang ada. Namun kemungkinan hutang proyek yang bisa terbayarkan tersebut yang skalanya pekerjaan kecil atau penunjukan langsung (PL) saja. Sementara bagi proyek-proyek besar kemungkinan akan ditunda terlebuh dahulu pembayarannya, atau di cicil mulai tahun 2017 mendatang.

Selain Bank Kaltim, pemerintah Kutim juga mengajukan pinjaman dana segar atau cash money melalui lembaga keuangan Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pada lembaga ini, pagu pinjaman yang bisa diterima pemerintah Kutim hingga Rp 300 miliar dengan bunga 7,5 persen dan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan kelengkapan persyaratan terkait pinjaman tersebut. Namun pada intinya, tinggal saat ini bagaimana pemerintah Kutim memilah proyek-proyek mana yang menjadi skala prioritas dan bisa dibayarkan terlebih dahulu atau yang mana akan dilakukan penghentian total. Ini yang akan dibahas bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), dan SKPD besar yang ada di Kutim. Seperti Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Perhubungan.

(Voice : Bappeda Suprihanto – Ajukan Pinjaman Dana)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments