Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Awas !!! Demam Berdarah di Kutim Meningkat Drastis Tahun Ini

Awas !!! Demam Berdarah di Kutim Meningkat Drastis Tahun Ini

(486 Views) September 20, 2015 1:55 pm | Published by | No comment

Sangatta. Walaupun ada di musim kemarau ternyata terjadi peningkatan dari temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kutai Timur. Tercatat sejak Januari 2015 hingga pertengahan September 2015 sudah ada 316 kasus DBD di Kutai Timur. Angka ini meningkat dari temuan kasus di tahun 2014 sebanyak 275 kasus. Pada tahun ini sudah ada 4 kasus meningal dunia yakni 1 kasus meningal dunia di Kecamatan Sangatta Utara, 1 kasus di Kecamatan Sangatta Selatan, 1 kasus di Sangkulirang dan 1 Kasus meninggal dunia di Muara Bengkal. Sementara dari temuan kasus tersebut, angka tertinggi kasus DBD di temukan di Desa Sangatta Utara, kemudian menurun di Kelurahan Teluk  Lingga, lanjut ke Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Wahau di peringkat ke-4.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur dr Aisyah didampingi Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)  M Yusuf, menjelaskan bahwa saat ini terjadi pergeseran tren penderita DBD, dari yang biasanya anak-anak atau balita kini sudah menyerang ke usia dewasa atau para pekerja. Di Kutim sendiri, para pekerja tambang yang bekerja 12 jam ini, ketika tidur di pagi hari setelah bekerja malam, saat itulah nyamuk Aedes Ageypti ini menggigit dan menularkan DBD.

Ditambahkan Yusuf, walaupun Kutim memikili kader jumantik yang bertugas mendata angka bebas jentik (ABJ) dan melakukan sosialisasi DBD kepada masyarakat, namun karena keterbatasan anggaran operasional sejak 2014 lalu, program ini tidak berjalan optimal. Sementara angka bebas jentik Kutai Timur tahun ini berada di 68 persen dan berpotensi penularan DBD.

(voice)

Lebih jauh dikatakan Yusuf, walaupun kini musim kemarau namun masyarakat terkadang tidak memperhatikan lingkungan dimana ada genangan air bersih pada kaleng atau wadah-wadah yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah.  Dinas Kesehatan Kutim menyaran kan hendaknya masyarakat melakukan kebiasaan 3M, yakni Menguras penampungan air, menutup penampungan air dan membuang barang-barang bekas yang bisa menjadi tampungan air atau hujan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Ageypti. Selain itu juga membiasakan berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments