Menu Click to open Menus
Home » Acara » Bawaslu Kutim Bentuk Desa Anti Politik Uang, Jelang Pilkada Kutim 2020

Bawaslu Kutim Bentuk Desa Anti Politik Uang, Jelang Pilkada Kutim 2020

(128 Views) Maret 10, 2020 9:39 pm | Published by | No comment

Sangatta – Jelang Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kutim akan membentuk Desa Anti Politik  (DAP) Uang di 18 Kecamatan di Kutai Timur. Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kutim, Siti Akhlis Muafin, kepada RPD Kutim, Selasa (10/3/2020).

Bawaslu Kutim berupaya menciptakan pelaksanaan Pemilu yang bermartabat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membentuk Desa Anti Politik untuk meminimalisir terjadinya money politik di Kutai Timur. Harapannya gerakan ini tidak hanya sekedar lisan dan bubuhan tandatangan akan tetapi dapat diaplikasikan dan diterapkan secara nyata pada pilkada serentak nantinya.

Di tempat yang sama, Koord. Divisi Penanganan pelanggaran Budi Wibowo mengatakan,  tak bisa dipungkiri, politik uang bisa saja terjadi di Kutim. Untuk itu Desa Anti Politik bisa menjadi budaya baru bagi masyarakat. Dikatakan, bukan hanya di Kutim bahkan di semua daerah bisa dikatakan politik uang sudah menjadi biasa. Biaya politik yang besar yang menjadi celah. Untuk itu, Bawaslu bertekad di setiap desa yang ada di 18 Kecamatan itu masing – masing desa akan mengkampanyekan hal ini. Ia yakin, bahwa ini akan menjadi masif di masyarakat.

Imbas dari politik yang didasari oleh politik uang akan berdampak buruk pada nihilnya pembangunan di daerah itu sendiri. Pembentukan desa anti politik uang digaungkan menjadi satu bagian dari pendidikan politik bagi masyarakat. Untuk itu, selain dari Bawaslu peserta politik juga diharapkan turut mendeklarasikan pendidikan ini bagi masyarakat.

Voice Normaida

 

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in: ,

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of