Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Belum Disahkannya Perda Minol Jadi Kendala Pengawasan dan Penegakan Peredaran Minuman Beralkohol Di Kutai Timur

Belum Disahkannya Perda Minol Jadi Kendala Pengawasan dan Penegakan Peredaran Minuman Beralkohol Di Kutai Timur

(458 Views) Januari 8, 2016 3:56 pm | Published by | No comment

Sangatta. Lemahnya upaya pengawasan dan penegakan hukum terhadap para pedagang-pedagang “nakal” yang berani menjual minuman beralkohol (Minol) secara bebas di masyarakat dinilai cukup beralasan. Pasalnya hingga saat ini, revisi Peraturan Daerah (Perda) Kutai Timur yang mengatur pengawasan dan peredaran minuman beralkohol di Kutim, hingga saat ini tak kunjung disahkan oleh DPRD Kutim. Padahal dengan Perda ini akan menjadi payung hukum dan dasar bagi Pemda dan penegak hukum untuk melakukan pengawasan dan penindakan jika terjadi pelangaran terhadap peredaran minuman beralkohol di masyarakat. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Perlindungan Konsumen, Sulastin.

Dikatakan, dengan belum disahkannya revisi Perda Minuman Beralkohol oleh DPRD Kutim cukup membuat Pemkab Kutim khususnya Disperindag maupun Satpol PP kewalahan dalam melakukan upaya pengawasan dan penindakan terhadap peredaran minol khususnya bagi para pedagang nakal yang menjual minol berbagai golongan alkohol secara bebas. Sementara untuk Tempat Hiburan Malam (THM) maupun kafe-kafe sebagian besar penjualan minol masih mampu dikendalikan.

Lanjut Sulastin, terhambatnya revisi Perda Minol ini ditengarai akibat beberapa anggota Pansus Minuman Beralkohol di DPRD Kutim sangat ingin memasukkan poin penyalahgunaan obat batuk dan lem dalam Perda tersebut. Tentu jika ingin memasukkan kedua item tersebut memerlukan kajian yang lebih panjang lagi. Sementara minuman beralkohol sudah sangat jelas pengaturan pengawasan dan peredarannya, baik oleh undang-undang hingga keputusan menteri perdagangan. Sedangkan Perda hanya tinggal mengikutinya sebagai rujukan.

voice

Sementara itu, Ketua Pansus Perda Minuman Beralkohol (Minol) DPRD Kutim, Herlang Mapatitti mengatakan bahwa revisi Perda Minol yang dilakukan DPRD Kutim sudah rampung dan akan segera diparipurnakan untuk disahkan. Diakuinya, keterlambatan revisi Perda ini karena pihaknya dalam posisi menunggu perkembangan Pemerintah Pusat yang saat ini juga tengah merevisi  Undang-undang Pengawasan dan Peredaran Minuman Beralkohol. Hal ini dilakukan agar nantinya produk hukum yang di keluarkan oleh Perda tidak menyalahi dan melebihi dari Undang-undang  sebagai produk hukum tertinggi. Namun Herlang memperkirakan pada bulan Pebruari mendatang Perda ini sudah bisa disahkan.

Disinggung terkait rencana memasukkan poin yang mengatur penyalahgunaan lem dan obat batuk yang kini cukup marak di kalangan pelajar dalam Perda Minol tersebut, Herlang tidak menampiknya. Namun dirinya mengatakan bahwa kedua item tersebut tidak jadi dimasukkan dalam Perda karena masih memerlukan kajian yang cukup panjang dan pastinya biaya yang tidak sedikit. Kemungkinan besar pengaturan penyahgunaan lem dan obat batuk ini akan dibuatkan Perda khusus. Tentu setelah melewati studi dan kajian-kajian panjang ke beberapa daerah yang menjadi referensinya.

voice

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments