Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » BLH Kutim Dibuat Dilema Terkait Pembuangan Limbah Aktivitas Tambang Batubara PT KPC

BLH Kutim Dibuat Dilema Terkait Pembuangan Limbah Aktivitas Tambang Batubara PT KPC

(601 Views) Juni 23, 2015 11:29 am | Published by | 1 Comment

Sangatta. Dilema yang dirasakan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutim terkait pembuangan limbah tambang yang kini dilakukan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Walaupun selama ini pihak perusahaan tambang ini sudah membuat wadah penampungan lumpur dan limbang tambang hasil pengolahan batu bara, namun ujung-ujungnya limbah ini tetap harus dibuang jika penampungan mereka penuh ke Sungai Sangatta. Sementara itu Sungai Sangatta merupakan satu-satunya sumber air baku untuk air bersih yang didalamnya bergantung ribuan masyarakat Sangatta.

Tercetusnya wacana agar lumpur dan limbah hasil tambang agar dapat dibuang langsung ke laut, menurut  Kepala BLH Kutim, Ence Akhmad Rafiddin Rizal sangat menjadi dilema bagi  BLH Kutim saat ini. Di satu sisi, pihaknya harus melakukan penyelamatan sumber air baku ribuan masyarakat Sangatta dengan melakukan pelarangan perusahaan tambang membuang limbahnya ke Sungai Sangatta. Namun disatu sisi jika dibuang ke laut maka harus dipikirkan kondisi ekosistem laut pasca pembuangan lumpur dan limbah tambang batubara. Walaupun diakui Rizal, dengan limbah tersebut dibuang ke laut efeknya jauh lebih kecil dengan dibandingkan jika dibuang ke Sungai Sangatta.

Lanjutnya, jika wacana pembuangan limbah sisa aktivitas tambang batubara ini dibuang langsung ke laut, maka pemerintah daerah perlu memikirkan besaran anggaran yang disiapkan terkait pembuatan pipanisasi pembuangan limbah. Selain itu, jika pembuangan dilakukan melalui jalur kanal kenyamukan yang berujung pada muara laut, daera tersebut merupakan wadah berkembang biaknya buaya Sangatta atau buaya muara, tentunya dikhawatirkan menggangu ekosistem hewan tersebut dan juga membahayakan keselamatan para pekerja jika membuat jalur pipanisasi disana.

Lebih jauh Rizal mengajak semua elemen masyarakat untuk memberikan rembuk saran terkait permasalahan lingkungan ini. DPRD Kutim dan Pemkab Kutim harus duduk satu meja dan benar-benar melakukan kajian agar permasalahan ini bisa menghasilkan jalan keluar terbaik, tentunya bagi masyarakat Sangatta dan lingkungan hidup pada umumnya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments