Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » BLH Kutim Layangkan Teguran Bagi Dunia Usaha Tak Miliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan

BLH Kutim Layangkan Teguran Bagi Dunia Usaha Tak Miliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan

(2078 Views) Juli 15, 2016 6:00 am | Published by | No comment

Sangatta. Tumbuhnya beragam dunia usaha di Kutai Timur ternyata tidak dibarengi dengan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini terbukti dari sekian banyak hotel, penginapan, bengkel dan mini market yang ada di Kutim khususnya yang ada di Kota Sangatta, baru beberapa yang memiliki dokumen pengelolaan lingkungan.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pengkajian dan Penaatan Hukum pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Timur, Agus Sofian. Dikatakan, dari sekian banyaknya usaha yang tumbuh dan berkembang di Kutim, hanya beberapa yang memiliki dokumen pengelolaan lingkungan. Padahal jika merujuk pada Undang-undang 32 tahun 2009 bahwa setiap usaha baik perseorangan maupun badan hukum wajib memiliki izin lingkungan dan dokumen pengelolaan lingkungan.

Sementara di Kutim sendiri khususnya di Kota Sangatta, baru 2 usaha perhotelan dan satu pusat perbelanjaan yang memilik dokumen pengelolaan lingkungan yakni Hotel Royal Viktoria dan Q-Hotel, serta Sangatta Trade Canter (STC). Sedangkan sejumlah hotel lainnya di Sangatta dipastikan hingga kini belum memiliki dokumen pengelolaan lingkungan, yakni dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

Lanjut Agus, dokumen pengelolaan lingkungan ini merupakan wujud komitmen dari pelaku dunia usaha untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan yang ada di sekitar area kerja mereka, yang pastinya juga bersinggungan dengan pemukiman penduduk.  Selain hotel dan pusat perbelanjaan, dunia usaha yang wajib memiliki dokumen pengelolaan lingkungan adalah mini market dan bengkel. Namun bagi kedua usaha ini hanya cukup mengantongi dokumen Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Dirinya menyarankan bagi dunia usaha yang belum memiliki dokumen pengelolaan lingkungan, untuk bisa melakukan pengurusan pembuatan dokumen pengelolaan lingkungan hidup (DPLH).

Lebih jauh Agus mengatakan, saat ini pihanyak telah menyiapkan draf surat teguran bagi dunia usaha yang ada di Kutim khususnya di Kota Sangatta yang tidak memiliki dokumen pengelolaan lingkungan dan rencananya surat teguran ini akan dilayangkan pada pekan depan. Jika tidak memiliki dokumen pengelolaan lingkungan dan ditemukan melakukan pencemaran lingkungan, maka BLH Kutim berhak melakukan tindakan atau pemberian sanksi terhadap pelaku usaha tersebut. Sanksi ini mulai dari teguran, pembekuan sementara hingga pencabutan izin dunia usaha.

 (Voice : BLH Agus – Hotel Belum Miliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan)

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments