Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Bupati Ismu : Kaji Ulang Pemangkasan Gaji TK2D

Bupati Ismu : Kaji Ulang Pemangkasan Gaji TK2D

(7419 Views) Januari 25, 2017 4:19 pm | Published by | No comment

ipemangkasan gaji

Sangatta. Bupati Kutai Timur, Ismunandar angkat bicara terkait rencana pemangkasan gaji bagi 6000 orang Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Kutim sebesar Rp 200.000 per bulan. Hal ini disampaikan Ismu kepada wartawan usai menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi program penanggulangan HIV-AIDS Kabupaten Kutai Timur, Rabu (25/1) siang tadi.

Kepada awak media, Ismu mengaku jika dirinya belum menerima laporan dari Sekda Kutim Irawansyah, terkait rencana pemangkasan nilai gaji TK2D Kutim sebesar Rp 200.000 per orang setiap bulannya. Tentu akan ada keberatan dari pihak TK2D karena besaran nilai pemangkasan tersebut. Namun dirinya memastikan akan mengkaji dan mengkoordinasikan ulang rencana pemotongan gaji tersebut dengan Sekda Kutim.

Lanjutnya, pemerintah Kutim tetap berusaha mencarikan solusi terbaik agar pihak pemerintah Kutim maupun pegawai TK2D, tidak ada yang merasa dirugikan. Terlebih Pemkab Kutim juga tidak mau mengikuti langkah beberapa Kabupaten dan Kota lainnya yang tidak hanya memangkas gaji tenaga kontrak daerah namun juga mengurangi jumlah tenaga kontrak daerah yang sudah mengabdi bertahun-tahun di Pemkab Kutim. Akan tetapi Bupati Ismu juga berharap adanya pengertian dari pegawai TK2D dengan kondisi defisit keuangan yang dihadapi Kutim saat ini.

(Voice : wulansari – Kaji Ulang Pemotongan Gaji TK2D)

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sekda Kutim Irawansyah, Senin (23/1) lalu, memastikan akan memangkas besaran gaji bagi 6000 orang pegawai TK2D Kutim sebesar Rp 200.000 perbulan per orang. Gaji yang dipangkas tersebut nantinya akan digunakan untuk membayar pembiayaan BPJS Kesehatan 4000 orang TK2D beserta keluarga yang menjadi tanggungannya, dan dimasukkan dalam pembiayan BPJS Kesehatan kelas 3 (tiga). Rencana pemangkasan gaji TK2D ini mendapatkan reaksi protes dari TK2D Kutim yang menganggap pemotongan tersebut tidak tepat karena dilakukan ditengah kondisi perekonomian masyarakat yang serba sulit.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments