Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Bupati Ismu Minta Laporan Warga Simpang Perdau Bengalon Segera Ditindak Lanjuti

Bupati Ismu Minta Laporan Warga Simpang Perdau Bengalon Segera Ditindak Lanjuti

(1462 Views) November 2, 2016 5:49 pm | Published by | No comment

images

Sangatta. Isu terjadinya gangguan akibat aktivitas blasting tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) terhadap rumah-rumah warga yang bermukim di kawasan Simpang 3 Perdau Bengalon – Muara Wahau, langsung mendapat tanggapan Bupati Kutai Timur, Ismunandar.

Kepada awak media, Ismu mengaku mendapat aduan masyarakat yang bermukim di simpang 3 Perdau terkait gangguan lingkungan, yakni retaknya bangunan rumah warga akibat aktivitas blasting tambang PT KPC di kawasan simpang Perdau tersebut. Untuk itu, dirinya sudah menginstruksikan kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutim untuk membentuk tim melakukan pengecekan di lapangan. Jika memang nantinya terbukti dan benar ada kerugian warga akibat aktivitas tambang tersebut, maka dirinya meminta kepada pihak KPC untuk memberikan kompensasi kepada warga.

Sementara terkait dengan kerugian aktivitas usaha masyarakat akibat pengalihan jalur simpang Perdau tersebut, Bupati Ismu mengatakan bahwa memang ada 14 Kepala Keluarga (KK) yang sudah menerima kompensasi dari KPC. Sementara sisanya belum sepakat terhadap nilai kompensasi yang diberikan dan meminta nilai yang cukup tinggi hingga Rp 4 miliar.

(Voice : Bupati – Simpang Perdau)

Di lain kesempatan, Kepala BLH Kutim, Ence Achmad Rafiddin Rizal mengatakan bahwa pada akhir tahun 2014 hingga awal 2016 lalu, pihaknya bersama Pusat Sarana Pengembangan Dampak Lingkungan (PUSARPEDAL) dari Kementrian LH telah melakukan penelitian terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang PT KPC, baik dampak getaran akibat dari aktivitas blasting serta debu tambang di area pemukiman warga Simpang Perdau, Kecamatan Bengalon.

Dari hasil penelitian, tidak ditemui dampak negatif dari hasil tambang PT KPC di kawasan Simpang Perdau terhadap pemukiman warga. Terutama dampak getaran blasting. Terlebih pusat blasting berjarak 1,5 kilometer hingga 2 kilometer dari pemukiman warga. Namun karena pembiayaan penelitian tersebut dibiayai sepenuhnya oleh pihak KPC, maka dianggap warga bahwa penelitian tersebut tidak independen dan hasilnya memihak kepada pihak perusahaan KPC. Sedangkan terkait dampak negatif dari debu tambang, ujar Rizal perlu penelitian aktual kembali di lapangan. Akan tetapi sesuai instruksi Bupati Kutim, pihaknya akan kembali menerjunkan tim pemeriksa ke lapangan dengan mengikutsertakan Dinas PU (Pekerjaan Umum) Kutim, untuk meneliti standarisasi konstruksi rumah warga, terutama yang mengaku terkena dampak getaran blasting.

(Voice : BLH Rizal – Sudah Lakukan Pengecekan Blasting dan Debu Simpang Perdau)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments