Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Bupati Kutim, Dukung Pembukaan Unit Layanan Paspor (ULP) di Kutim

Bupati Kutim, Dukung Pembukaan Unit Layanan Paspor (ULP) di Kutim

(1170 Views) April 5, 2016 8:29 am | Published by | No comment

IMG20160405090244Sangatta – Pada Kunjungan Kerja Kepala Kantor Wilayah Kementrian dan HAM Kalimantan Timur dalam rangka persiapan pembukaan Unit Layanan Paspor (ULP) di Kabupaten Kutai Timur, yang dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Kalimantan Timur Agus Saryono dan rombongannya, hari ini selasa (5/4/2016) diruang Arau Kantor Bupati.

Kunker tersebut dihadiri  Bupati Kutai Timur Ismunandara, Ketua Komisi A DPRD Kutim Agiel Suwarno, Asisten Administrasi Umum Edwar Azran, Kepala Bagian Pemerintahan Alex, Staf Ahli Pembangunan Abdul Mutalib, Staf Ahli Khusus Waluyo Heriansyah, Kabag Hukum Nora, Kepala Dinas Tata Ruang Ardiansyah, Kepala Dinas Perkebunan Akhmadi Baharuddin  serta Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Kehutanan,  Sekretaris Bappeda, Camat Utara, Sangatta Selatan dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Ismunandar, menyambut dengan baik terkait dengan rencana pembukaan Unit Layanan Paspor (ULP) di Kutai Timur, Dirinya berharap dengan ada Unit Layanan Paspor (UPL) ini, apa yang selama ini menjadi dambaan masyarakat Kutim  bisa terpenihi, sehingga akan memberikan kemudahan bagai masyarakat yang akan mengurus paspornya dan hal lainnya terkait dengan ULP tersebut. Ismu menegaskan terutama bagi masyarakat yang mengurus surat Kuning, Umroh, Haji dan lainnya.

Lebih lanjut, menuturkan masyarakat yang ada dipedalaman, didalam mengurus surat-surat harus menempuh jarak yang cukup jauh, 6-8 jam untuk ke Samarinda, dan bahkan bisa memakan waktu dalam seminggu hanya untuk kepengurusan paspornya, seperti masyarakat yang ada dipedalaman seperti di Kecamatan Muara Wahau, Konbeng, Sangkulirang, Sandaran dan Kecamatan lainnya.

Voice (Bupati_Dukung ULP di Kutim)

Lebih jauh, Bupati melaporkan kepada Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Kaltim bahwa di Kutai Timur yang belum kesampaian adalah Lembaga Pemasyarakatan (LP) karena lokasihnya berpindah-pindah. Dirinya mengakui tidak mengerti kenapa lokasi tanah berpindah-pindah sehingga untuk pembangunan LP Kutim sudah didahului oleh Kota Bontang. Tapi bagaimanapun kalo ada kesempatan apakah masih memungkinkan untuk membangun LP tersebut dalam kajian Kemenkum dan HAM Kaltim untuk mengkaji dari wilayah karena Bontang sudah ada. Jika memang memungkin maka Pemerintah siap untuk menyediakan lahannya. Karena dari Rumah Tahanan di Kutai Timur sudah tidak memadai, untuk memadai menampung para tahanan tersebut.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments