Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Bupati Kutim Tepis Anggapan Sengaja Buang Pengemis ke Kota Samarinda

Bupati Kutim Tepis Anggapan Sengaja Buang Pengemis ke Kota Samarinda

(532 Views) Juni 29, 2016 9:16 am | Published by | No comment

Sangatta. Bupati Kutai Timur Ismunandar, menepis anggapan jika dirinya bermaksud untuk membuang para gepeng, pengemis dan gelandangan yang berasal dari Kota Sangatta ke Kota Samarinda. Hal ini disampaikan Bupati Ismu mengklarifikasi kabar yang menyebutkan bahwa dirinya menginstruksikan agar Satpol PP Kutim yang melakukan penertiban terhadap gepeng dan pengemis di Sangatta untuk langsung dibuang ke kota Samarinda.

Ditemui di ruang kerjanya, Ismu mengatakan bahwa bahwa sesuai instruksinya pada Satpol PP Kutim bahwa setiap gepeng atau pengemis dan gelandangan yang ditemukan saat melakukan penertiban di Kota Sangatta untuk didata status kependudukannya. Jika memang bukan warga asli Kutai Timur maka tentu Pemerintah Daerah berhak untuk mengembalikan mereka ke daerah asalnya. Hanya saja kebetulan jika jalur Sangatta harus melewati Samarinda, dan pelabuhan laut juga ada di Samarinda. Sehingga tidak ada maksud untuk membuang para gepeng dan pengemis tersebut ke Kota Samarinda.

Lanjut Ismu, jika ditemukan bahwa para pengemis atau gepeng tersebut ber KTP warga Kutai Timur maka sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kutim untuk melakukan pembinaan terhadap mereka. Dan jika memang benar demikian adanya maka perlu dipertanyakan ada apa dengan Pemerintah Kutim sendiri, mengapa sampai warganya ada yang menjadi pengemis,gepeng atau gendangan.

Menurutnya, Kota Sangatta adalah wajah Kabupaten Kutai Timur sehingga dirasa tidak indah jika ditemukan banyaknya pengemis atau gepeng. Apa lagi jika ada pendatang atau tamu yang berkunjung ke Kutim atau Sangatta, dan melihat banyaknya pengemis di jalanan. Memang sudah menjadi hal yang lumrah jika tiap tahunnya menjelang ramadhan hingga hari raya Idul Fitri, dipastikan adanya eksodus pengemis atau gepeng yang masuk ke Sangatta. Tentunya mereka ini sengaja dikirim oleh koordinator mereka. Jika hal ini dibiarkan tentu saja akan semakin bertambah banyak. Hal tersebut mungkin saja bertolak belakang dengan kondisi para pengemis ini sebenarnya di kampung halaman mereka.

(Voice : Bupati Ismu – Gepeng)

Lebih jauh Ismu mengatakan, permasalahan pengemis atau gepeng ini bukan hanya permasalahan Kutai Timur tetapi juga terjadi di seluruh kota di Kaltim. Seharusnya ini sudah menjadi perhatian dan penanganan Pemerintah Provinsi, mengapa menjamurnya pengemis dan gepeng di semua kota di Kaltim yang sebenarnya bukan merupakan penduduk asli Kalimantan Timur.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments