Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Butuh 30.000 Butir Telur Ayam Per Hari, Distanak Kutim Upayakan Pengembangan Potensi Peternak Ayam Petelur Lokal di Kutai Timur

Butuh 30.000 Butir Telur Ayam Per Hari, Distanak Kutim Upayakan Pengembangan Potensi Peternak Ayam Petelur Lokal di Kutai Timur

(2332 Views) Mei 28, 2016 11:39 am | Published by | 171 Comments

Sangatta. Prospek ayam peteluk di Kutai Timur ternyata cukup menjanjikan. Terlebih kebutuhan telur ayam untuk Kutai Timur sendiri lebih dari 30000 butir atau 1000 piring per harinya. Namun hingga saat ini, kebutuhan telur tersebut belum mampu dipenuhi dari peternak ayam petelur lokal di Kutai Timur. Demikian diungkapkan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Petrnakan Kutai Timur Marjoni didampingi Kabid Peternakan, Diah Ratna Ningrum.

Kepada awak media, jelaskan kebutuhan telur ayam di Kutai Timur hingga sat ini masih tergantung pasokan dari Sulawesi dan pulau Jawa. Sementara peternak telur ayam lokal Kutim sendiri masih belum mampu memenuhi kebutuhan dalam daerah perharinya. Walaupun demikian kebanyakan masyarakat masih memilih untuk membeli telur ayam lokal. Karena selain harganya juga lebih murah yakni Rp 38.000 per piringnya, dibandingkan dari harga telur ayam Sulawesi atau Jawa yang mencapai Rp 45.000 per piringnya. Selain itu, kualitas telur ayam lokal Kutim juga lebih baik karena masih segar jika dibandingkan telur ayam luar yang sudah berhari-hari di perjalanan.

Lanjutnya, hingga saat ini ada kurang lebih 10 kelompok tani ayam petelur lokal di Kutim. Beberapa kelompok sudah mampu memproduksi lebih dari 380 telur per harinya, namun itupun belum bisa memenuhi kebutuhan daerah setempat. Seperti, dua kelompok tani ayam petelur di Kecamatan Sangatta Selatan, tiga kelompok di Kecamatan Teluk Pandan, serta Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng.

Lebih jauh dikatakan, yang menjadi kendala saat ini adalah penyediaan pakan ayam petelur yang masih harus didatangkan dari pulau Jawa. Sementara ketersediaan obat seperti vaksin ayam dan disinfektan juga, terkada langka di temukan di Sangatta. Walaupun di Distanak Kutim sendiri juga menyediakan stok vaksin dan obat-obatan, namun ketersediaannya juga sangat terbatas. Dengan anggaran Rp 1 miliar per tahunnya khusus untuk bidang peternakan, anggaran ini digunakan seefisien dan semaksimal mungkin, serta dibagi rata di 3 seksi di bidang peternakan. Untuk mengakalinya, Distanak Kutim menjadi perantara antara kelompok tani ayam petelur dengan pihak pengusaha pakan dan obat-obatan, baik di Samarinda ataupun langsung ke pulau Jawa. Selain itu, Distanak Kutim juga terus berupaya menumbuhkan minat dan hobi masyarakat untuk mau menjadi petani ayam petelur.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

171 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments