Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Cabe dan Tempe Meroket, Disperindag Kutim Minta Petani Lokal Diberdayakan

Cabe dan Tempe Meroket, Disperindag Kutim Minta Petani Lokal Diberdayakan

(388 Views) September 1, 2015 12:14 pm | Published by | No comment

Sangatta. Musim kemarau berkepanjangan di berbagai daerah di Indonesia khususnya di kepulauan Jawa ternyata cukup berimbas besar kepada Kutai Timur, pasalnya Pulau Jawa ternyata menjadi pemasok terbesar cabe untuk Kabupaten Kutai Timur. Hal ini mengakibatkan meroketnya harga cabe di pasaran, khususnya di Pasar Induk Sangatta .

Dari pemantauan media pagi ini, harga cabe rawit merah di PIS kini mencapai Rp100.000 per kilogram. Tentu tingginya harga ini, membuat masyarakat konsumen khususnya para pedagang makanan, seperti pedagang soto dan nasi campur yang mengandalkan olahan cabe ini menjerit.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur Irawansyah, tingginya harga cabe di pasaran merupakan imbas cuaca kemarau yang berkepanjangan. Terlebih pasokan cabe untuk wilayah Kutai Timur terutama Sangatta, didatangkan dari Pulau Jawa. Kini bagaimana Disperindag menjaga agar distribusi bahan pangan khususnya cabe ini lancar dan tetap memberdayakan petani lokal.

(voice)

Selain cabe yang semakin pedas harganya, rendahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar ternyata menyebabkan semakin tingginya harga kedelai. Hal ini berimbas, walaupun harga tempe di pasaran tetap yakni Rp2500 per buah, namun ketebalannya menipis. Semetara untuk permasalahan cabe, Irawansyah berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan-lahan kosong sekitar pekarangan rumah utuk ditanami sayur mayur terutama cabe.

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in:

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of