Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Cegah Polio Liar, Dinkes Kutim Himbau Masyarakat Bawa Balita Imunisasi Ulang Polio di PIN Polio 2016

Cegah Polio Liar, Dinkes Kutim Himbau Masyarakat Bawa Balita Imunisasi Ulang Polio di PIN Polio 2016

(373 Views) Februari 9, 2016 8:50 am | Published by | No comment

Sangatta. Polio atau poliomyetilis, merupakan penyakit yang disebabkan oleh poliovirus (PV), adalah virus yang menyerang sistem jaringan syaraf. Penyakit yang kerap menyerang balita ini ternyata juga bisa menyerang orang dewasa yang berusia antara 30 – 40 tahun, yang merupakan sindrom pasca polio atau penderita tersebut ternyata masa kecilnya pernah menderita polio. Selain bisa menyebabkan penderita kesulitan bernafas, kelumpuhan hingga kematian. Walaupun sejak 2014 lalu, Indonesia telah dinyatakan bebas polio, namun tetap perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat sebagai antisipasi agar penyebaran penyakit polio ini tidak kembali menyebar di Indonesia.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, Pemerintah Kutim mengajak masyarakat untuk benar-benar peduli dan memahami akan bahaya penyakit polio. Melalui Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dilaksanakan 8 – 15 Maret 2016 mendatang, pemerintah menghimbau masyarakat untuk melakukan vaksin polio khusus diwajibkan bagi balita usia 0 hingga 59 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Aisyah didampingi Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) M Yusuf, mengatakan bahwa walaupun hingga saat ini kasus polio tidak ditemukan di Kutim namun pemerintah tetap melakukan sosialisasi dan antisipasi untuk mencegah kasus polio khususnya polio liar. Terlebih setelah dilakukan penelitian oleh WHO, bahwa salah satu dari tiga kuman yang terdapat pada vaksin polio justru memicu lahirnya polio liar. Hal ini lantaran buruknya sanitasi, terutama pada saat balita baung air besar (BAB) tidak menggunakan septic tank.

Untuk itu ujar Yusuf, sebagai langkah eradikasi atau pembasmian polio, kini pemerintah melakukan pergantian vaksin polio tetes trivalent atau TOPV menjadi vaksin tetes Biavalent atau BOPV. Selain itu, sistem pemberian vaksin yang selama ini melalui tetes mulut atau oral kini dilakukan sistem penyuntikan. Dengan demikian, bagi balita berusia 0 hingga 59 bulan, wajib mengikuti vaksin ulang walaupun sudah pernah mendapatkan vaksin polio lengkap. pemberian vaksin ini dilakukan serentak pada tanggal 8 hingga 15 Maret nanti, dalam kegiatan Pekan Imunisasi Nasional.

Selain itu, Dinkes Kutim juga rutin mengirimkan dua sampel kotoran atau feses setiap tahun yang diambil dari usia 15 tahun, berdasarkan jumlah penduduk Kutim. Hal ini merupakan program antisipasi dini acute flaccid paralysis (AFC) yang lebih dikenal dengan sebutan lumpuh layu mendadak. Senetara dari hasil pemeriksaan selama ini, Kutim dinyatakan bebas dari kasus polio liar.

(voice)

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments