Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » DAK Dipotong 10 Persen, Bupati Kutim Minta Progres Pembangunan Dipercepat

DAK Dipotong 10 Persen, Bupati Kutim Minta Progres Pembangunan Dipercepat

(608 Views) April 26, 2016 11:26 am | Published by | No comment

Sangatta. Perlambatan perekonomian dunia ternyata ternyata berimbas pada melencengnya terget pendapatan negara. Akibatnya, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang beberapa tahun sebelumnya selalu ditranfer secara penuh, tahun ini pemerintah pusat melalui Kementrian Keuangan (Kemenkeu) terpaksa melakukan rasionalisasi dengan memotong anggaran DAK yang sudah ditansfer ke Kabupaten/Kota, sebesar 10 persen. Dengan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini sebesar Rp 99 Miliar, pemkab Kutim wajib menyetorkan kembali 10 persennya atau sebesar Rp 9,900 miliar.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur, Suprihanto  mengatakan bahwa  dengan adanya rasionalisasi oleh pemerintah pusat ini, tentu Pemerintah Daerah harus cepat melakukan percepatan dalam progres pembangunan fisik pada triwulan pertama ini. Hal ini harus cepat dilakukan agar jangan sampai pada triwulan keempat nanti pemkab Kutim sudah tidak memiliki kapasitas fiskal pemerintah sudah habis sementara masih banyak program yang belum terselesaikan.

Lanjut Suprihanto, nantinya DAK yang akan dipotong ini adalah DAK fisik dan teknis pemotongannya diserahkan kepada masing-masing SKPD teknis. Namun pastinya akan ada pemotongan anggaran pembanguna n fisik. Sehingga jika ada SKPD yang melakukan lelang, diingatkan untuk tidak memasang pagu anggaran secara penuh mengingat ada pemotongan 10 persen tersebut. Sementara bagi SKPD yang belum melakukan lelang, diminta untuk merevisi kembali nilai lelangnya. Namun tentunya dengan pemotongan ini tidak terlalu berpengaruh pada kondisi pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah Kutim.

(Voice : Bappeda Suprihanto – Potongan DAK 10 Persen)

Lebih jauh dikatakan Suprihanto, tidak hanya pemerintah pusat yang melakukan pemotongan anggaran ini. Pemerintah Provinsi Kaltim ternyata juga memberlakukan hal serupa. Dari kucuran bagi hasil Rp 71 miliar oleh Pemprov Kaltim,  juga dipotong sebesar 10 persen. Sementara anggaran dana bagi hasil ini baru dikucurkan 20 pesennya. Namun karena progres pembangunan Kutim masih 0 (Nol) persen, maka sisanya belum bisa dikucurkan. Pemprov masih menunggu progres pembangunan Kutim hingga 25 persen, barulah sisa dana akan dikucurkan sebesar 40 persen, dan begitu juga selanjutnya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments