Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Data Kemiskinan Perlu di Matchingkan Antara Absolut Miskin dan Relatif Miskin

Data Kemiskinan Perlu di Matchingkan Antara Absolut Miskin dan Relatif Miskin

(490 Views) April 4, 2016 11:07 pm | Published by | No comment

Sangatta – Kepala Dinas Kependuduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur mempertanyakan dalam upaya penyelesaian masalah Kimisnan di Kutai Timur data mana yang akan dipakai, apakah menggunakan data Badan Pusat Stastik (BPS) atau Disdukcapil. Dia menuturkan jika melihat data BPSseperti yang telah dilaporkan data tahun 2014 dengan jumlah penduduk kurang lebih 329 ribu jiwa, dengan jumlah kemiskinan 27.611 jiwa atau 8,89 %. Jika dipersentase dengan data Disdukcapil jumlah penduduk Kutai Timur 412.698 jiwa maka akan didapatkan angka 6,69%, jadi dalam menentukan data miskin ini perlu ada kajian yang lebih mendalam lagi. Hal ini disampaikan Januar Harlian, pada pertemuan coffe morning kemarin (4/4/2016)diruang Meranti Kantor Bupati.

Lebih lanjut, Januar Harlian mengatakan Pemerintah Daerah memiliki Sekretariat yang mencatat masalah kemiskinan di Kabputen Kutai Timur, Sekretariat tersebut ada di Bappeda Kutim, ini yang perlu dirumuskan kembali. Kalau ditinjau laporan Asisten Kesra pada pertemuan sebelumnya angka kemiskinan yang mencapai 62.156 jiwa. Januar Harlian yakin angka kemiskinan di Kutai Timur akan menurun kalau ditinjau dari berbagai aspek, miasalnya Dinas Perkebunan sebagai indikatornya, bahwa  Disbun sudah  tercapai 400.000 Ha kelapa sawit, belum lagi jika ditambah dengan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kutim.

Voice (Disdukcapil_Januar Harlian_Data Miskin)

sementara itu, Asisten Administrasi Edward Azran mengatakan bahwa data yang dibutuhkan adalah data yang benar (valid) pada intinya, kalau dari aspek legalitas kedua-duanya kuat. Karena BPS punya Undang-Undang jadi datanya juga akurat, data BPS juga termasuk data-data yang umum. Sehingga data yang masuk di BPS sifatnya cendrung general, jadi datanya tidak bisa diambil sebagai data yang dimabil untuk pengambilan analisa dasar sebagai pengambilan keputusan, tetapi lembaga ini adalah lembaga yang sudah ada UU sebagai lembaga yang mengurus data yang bersifat umum.

Sedangkan data khusus tentang data signical, data tream, data kemajuan, croschek, data-data yang kuat untuk mengambil suatu keputusan itu memang harus dibuat oleh lembaga diluar BPS misalnya Perguruan Tinggi, Disdukcapil dan lainnya.  Edward menambahkan data yang dirilis oleh Asisten Kesra sebelumnya perlu didalami lebih lagi, karena keadaan paradok sekali dengan kondisi perkebunan yang semakin berkembang tetapi jumlah kemiskinan bertambah. Kalaupun data itu benar hal itu bukan oleh faktor lokal, tetapi adalah faktor migrasi dari oarang-orang yang datang ke Kutai Timur yang pindah membawa kemiskinan.

Jadi dikatakan Edwar Azran bahwa, data kemiskinan harus dibuat definisi terlebih dahulu, apakah kemiskinan yang dicari merupakan kemiskinan absolut dengan kondisi orang yang tidak punya apa-apa, dan ataukah data ini yang bersifat relatif, ada orang yang kaya raya tapi dia miskin secara materi. inilah yang ingin dimatchingkan antara data absolut miskin dan relatif  miskin sehingga pada akhirnya masalah kemiskinan dapat diselasaikan tepat sasaran.

Voice (Edwar Azran_Data yang Benar)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments