Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Desa Mulupan Hasilkan 1 Ton Ikan Air Tawar

Desa Mulupan Hasilkan 1 Ton Ikan Air Tawar

(918 Views) Juli 27, 2015 9:01 am | Published by | No comment

SANGATTA – Desa Mulupan yang berada di ujung Kecamatan Muara Bengkal, kabupaten Kurtai Timur, ternyata berpotensi menghasilkan 1 ton ikan air tawar per hari. Potensi perikanan tersebut merupakan hasil dari aktivitas yang dilakukan masyarakat nelayan di sepanjang Sungai Mulupan.
Dari 358 kepala keluarga (KK) yang ada di desa ini, sebagian besar masyarakatnya adalah berprofesi sebagai nelayan. Sejak pagi, warga sudah melakukan aktivitas untuk menangkap ikan dengan menggunakan perahu ces (sampan tradisional menggunakan mesin, warga Mulupan). Teknik menangkap ikan yang digunakan masih merupakan cara-cara sederhana, yakni dengan jaring atau pukat secara berkelompok.
Menurut Kepala Desa Mulupan, Fathul, jika air sungai besar (pasang), panen ikan di sini (Mulupan) bisa mencapai 1 ton per hari. Ada (jenis) ikan Gabus, Biawan, Sepat, Patin dan jenis ikan air tawar lainnya.
Mulupan (2)Dia menjelaskan, pedagang dari Samarinda maupun Banjarmasin biasanya datang dan langsung bertransaksi membeli hasil tangkapan nelayan. Rata-rata harga ikan sekitar Rp 25 ribu per kilogramnya dan menghasilkan omzet penjualan mencapai Rp 25 juta per hari. Karena akitifitas perdagangan hasil perikanan air tawar tersebut, dapat disimpulkan bahwa Desa Mulupan juga bergerak dengan perputaran uang yang besar.
Di wilayahnya juga dapat melihat hampir setiap keluarga yang ada di Mulupan memiliki perabot rumah tangga dan sepeda motor yang tidak kalah dibandingkan masyarakat di perkotaan. Ini adalah bukti meningkatnya perekonomian masyarakat terutama dari sektor perikanan yang ada di Mulupan. Semua itu berkat hasil perikanan di wilayahnya selama ini.
Agar pontensi perikanan tersebut semakin berkembang dan demi peningkatan kesejahteraan warga, kedepan pihak Pemerintah Desa Mulupan berencana membentuk sebuah koperasi nelayan yang bisa mengakomodasi kebutuhan para nelayan. Misalnya pengadaan mesin ces yang lebih besar, alat tangkap yang lebih modern, pinjaman modal usaha dan juga sembako untuk kebutuhan setiap hari, serta mesin pengolahan ikan. Dengan adanya koperasi dimaksud diharapkan nelayan bisa lebih meningkatkan produksi perikanannya. Ditambahkan kembali olehnya, dengan hasil tangkapan ikan 1 ton per hari, masyarakat Mulupan mampu membeli genset 100 kilo volt ampere (Kva) untuk mencukupi kebutuhan listrik dirumah mereka. Termasuk pemasangan jaringan dan instalasinya. Sebagai catatan, pengadaan genset tersebut benar-benar murni swadaya masyarakat.
Kendati demikian, masyarakat di wilayahnya juga masih membutuhkan tambahan daya (listrik) 100 kva untuk menjalankan usaha pengolahan ikan. Tujuannya tak lain agar ikan hasil tangkapan nelayan berikutnya dapat memiliki nilai tambah dan menjadi komoditi unggulan dari Desa Mulupan di masa mendatang.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments