Menu Click to open Menus
Home » Pemerintahan » Desa Swarga Bara Jadi Percontohon Pembangunan IPAL/Digester Ternak Tahu

Desa Swarga Bara Jadi Percontohon Pembangunan IPAL/Digester Ternak Tahu

(117 Views) September 10, 2018 9:38 pm | Published by | No comment

 

Penandatangan Penyerahan Bantuan IPAL (Foto:Istimewa)

Sangatta – Demi menjaga lingkungan dari pencemaran baik dari udara maupun dari air, Desa Swarga Bara mejadi percontohan pembangunan industry pengelolaan limbah (IPAL) bio gas/digester ternak dan tahu pertama di Kutai Timur.
Terpilihnya Desa Swarga Bara, dikarenakan daerah tersebut dipenuhi dengan insdustri kecil masyarakat, seperti warung makan, pabrik tahu maupun peternakan. Disamping itu, juga menjadi lokasi Instalasi Pengolaan Air (IPA) PDAM Tirta Tuah Benua, yang produk airnya digunakan oleh masyarakat kota Sangatta.
Pembangunan IPAL/Digester dirasa perlu dikarenakan selama ini, para pelaku usaha tidak memiliki pengelolaan untuk limbah yang dihasilkannya. Bisanya limbah langsung dialirkan ke Sungai, padahal hal tersebut dapat mencemari aliran air.
Pembanguan IPAL/Digester tahu dan ternak tersebut merupaka usulan dari Ketua MPR RI yang juga Angota Komisi Tujuh DPR RI, Mahyuddin. Mahyuddin menyampaikan langsung usulan pembangunan IPAL/Digester Ternak Tahu tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup.
Dalam sosialisasi Pembangunan IPAL/Digester Ternak Tahu yang berlangsung di Desa Swarga Bara, Kamis, 6 September, Mahyuddin yang diwakili oleh Tim Tenaga Ahli Komisi Tujuh DPR RI, Muhammad yusuf menyampaikan , program pembangunan IPAL/Digester dibiayan oleh APBN 2018, karena program tersebut dibiayai oleh Negara, maka dipandang perlu untuk dilakukan sos

ialisaasi ke masyarakat, agar masyarakat tahu pemanfaataannya dan mampu memelihara dengan baik.
Sementera dalam pemaparaannya, Perwakilan Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL), Fajar Priantomo mengatakan, Industri tahu dan ternak menjadi idola usaha masyrakat karena menjadi sumber pendataan yang menguntungkan, namun permasalahannya biasanya lokasi industri berdekatan dengan rumah warga, sedangkan limbahnya biasanya hanya dibuang ke aliran sungai. Dengan adanya pembangunan IPAL/Digester dapat mengatasi pencemaran tersebut.

Fajar menjelaskan, IPAL merupakan sarana untuk mengolah air limbah, sehingga air limbah yang dihasilkan oleh usaha tahu aman untuk lingkungan dan mengurangi bau, sedangkan diegester merupakan sarana berupa bangunan kedap udara, tempat bakteri yang mempermentasi limbah dan kotoran ternak dalam beberapa hari tertentu, yang nantinya dapat menghasilkan gas, gas tersebut nantinya dapat dialirkan dan digunakan kembali untuk bahan bakar.
Dikesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Aji Jaya menyambut baik pembangunan IPAL/Digester tersebut. Ia bersyukur bantuan tersebut diberikan di Kutai Timur, karena menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bantuan yang pertama di Kutai TImur dengan skala kecil. Pembangunan IPAL/Digester akan sangat membantu untuk mencegah pencemaran air terutama di Sungai Kabo.

Print Friendly, PDF & Email

No comment for Desa Swarga Bara Jadi Percontohon Pembangunan IPAL/Digester Ternak Tahu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.