Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Dishub Kutim Segera Ajukan Pinjam Pakai Lahan kepada Kemenhut untuk Selesaikan Pembangunan Bandara Sangkima    

Dishub Kutim Segera Ajukan Pinjam Pakai Lahan kepada Kemenhut untuk Selesaikan Pembangunan Bandara Sangkima    

(514 Views) Juli 30, 2015 8:35 am | Published by | No comment

Sangatta. Pemkab Kutai Timur melalui Dinas Perhubungan Kutai Timur segera akan mengajukan permohonan pinjam pakai kawasan hutan kepada Kementrian Kehutanan RI. Permohonan pinjam pakai kawasan ini diperuntukkan untuk menyelesaikan proyek pembangunan Bandara Sangkima Sangatta Selatan, yang sempat terkatun-katung rencana pembangunannya akibat belum mendapatkan ijin enclave Taman Nasional Kutai (TNK) dari Kementrian Kehutanan.

Menurut Kadishub Kutim Johansyah Ibrahim, dari luasan wilayah yang rencananya akan dibangun bandara Sangkima, saat ini hanya seluas  40 meter x 1100 meter yang diperuntukkan sebagai runway atau lintasan pacu pesawat, yang masuk dalam area yang terenclave. Lahan ini sebenarnya merupakan aset PT Pertamina yang memang sudah dihibahkan oleh Pertamina kepada Pemkab Kutim untuk pembangunan bandara. Sementara itu, pihaknya masih memerlukan 1 hingga 2 hektar lahan yang akan digunakan untuk membangun terminal, ruang tunggu dan fasilitas lainnya untuk kelengkapan bandara tersebut. Luasan ini lah yang kemudian akan diajukan kepada Kemenhut untuk diberikan ijin pinjam pakai.

Lanjutnya, saat ini biaya yang sudah dikeluarkan Dishub Kutim baru berkisar Rp300juta untuk studi kelayakannya. Sedangkan biaya pembangunan ruang terminal dan lainnya, mulai dari desai hingga pembangunan diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp50 miliar hingga Rp100 miliar.

(voice)

Lebih jauh Johansyah mengatakan, saat ini Bandara Sangkima akan diperuntukkan sebagai bandara perintis serta akan dikerjasamakan dengan pihak TNI sebagai bandara untuk latihan gabungan (Latgab). Namun tentunya pemerintah daerah tetap merencanakan akan menjadikan bandara ini sebagai bandara berskala nasional yang mampu melayani penerbangan pesawat boeing antar kabupaten dan provinsi di Indonesia, sehingga Pemkab Kutim tidak lagi tergantung pada bandara milik perusahaan yang selama ini selalu digunakan pemerintah.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments