Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Diskop UKM-EK Lakukan Revitalisasi Tempatkan Jati Diri Koperasi Pada “Tempatnya”

Diskop UKM-EK Lakukan Revitalisasi Tempatkan Jati Diri Koperasi Pada “Tempatnya”

(445 Views) Januari 22, 2016 7:09 am | Published by | No comment

SANGATTA – Awal tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ekonomi Kreatif (Diskop UKM EK) berencana melakukan revitalisasi pada koperasi agar menjadi lebih aktif.

Kepala Diskop UKM EK, M Husaini, melalui Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Koperasi Iskak mengatakan, peningkatan sumber daya masyarakat dan pola pikir harus terus diperbaharui dengan kegiatan pelatihan pendidikan, penyuluhan termasuk sosialisasi.

“Rencananya awal tahun ini ada pelatihan akuntansi koperasi, manajemen keuangan, dan wirausahan”, katanya Selasa (19/1) kemarin.

Dia menjelaskan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan dilakukan kepada pihak koperasi, agar dapat menunjang dinamika koperasi yang begitu cepat berubah berdasarkan jumlah anggota dan  kemampuan dari anggota koperasi dalam perencanaan kedepan. Yakni melalui sejumlah klasifikasi usaha koperasi di Kutim. Seperti koperasi produksi yang meliputi peternakan, pertanian, perkebunan dan tambang. Lalu koperasi konsumsi atau serba usaha, koperasi dibidang jasa seperti transportasi, TKBM serta terakhir di pemasaran dan simpan pinjam.

Menurut dia, saat ini koperasi masih menjadi indikator media badan usaha yang diyakini mampu menjadi solusi kesejahteraan di masyarakat. Tercatat pertumbuhan koperasi di Kutim mencapai antara 5-6 persen pertahun.

Iskak menambahkan, koperasi di daerah ini dengan jenis yang ada, akan terlihat aktif melalui RAT (rapat anggota tahunan), yang merupakan mekanisme tertinggi dikoperasi.

“Dengan RAT jelas terlihat usaha yang jalan namum belum melakukan akuntabilitas. Untuk itu kita (Diskop UKM EK) meminta koperasi-koperasi melaksanakan RAT secepatnya”, kata iskak di kantornya.

Dijelaskan, dari laporan RAT tersebut akan ada laporan menyeluruh termasuk keadaan keuangan. Sama halnya Rapbkop (rencana anggaran pendapatan belanja koperasi), juga akan nampak bentuk anggaran belanja yang diharapkan merangkum rencana-rencana kedepan minimal 1-3 tahun.

Berdasarkan data Diskop UKM EK, jumlah usaha mikro dan menegah pada akhir tahun 2015 sebanyak 5756, sedangkan koperasi berjumlah 1039. Namun persentasi koperasi yang aktif masih diangka 57 persen. Kurangnya keaktifan dari koperasi itu terjadi karena sedikitnya pembenahan yang dilakukan, mulai dari bidang organisasi, pengurus dan keanggotaannya.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments