Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Dispora Goes To School Traditional Borneo Sport Learning

Dispora Goes To School Traditional Borneo Sport Learning

(595 Views) November 20, 2015 5:23 am | Published by | No comment

IMG20151120102547Sangatta – Olahraga tradisional merupakan salah satu budaya bangsa yang hampir punah akibat perkembagan zaman. Olahraga tradisional hampir tidak dipermainkan lagi oleh anak-anak baik di daerah terpencil sampai daerah perkotaan. Disampaing itu olahraga tradisional sebagai aset kekayaan bangsa, sudah sepaututnya diangkat kembali untuk menunjukkan perannya dalam usaha mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu olahraga tradisional perlu mendapat prioritas yang lebih besar dari Pemerintah Pusat dan daerah untuk turut serta bahu membahu menggali, melestarikan dan mengembangkan kembali sehingga dapt dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Hal tersebut di sampaikan Muhammad Taufik Bidang Pengembangan olahraga tradisional Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kutai Timur pada Sosialisasi Olahraga Wushu dan Olahraga Sumpit di SMA Negeri 2 Sangatta Utara pagi tadi.

Taufik menerangkan berbagai upaya pengembangan dan sosialisasi pelestarian olahraga tradisional saat ini, masih belum optimal dan menghadapai berbagai kendala karena memang olahraga tradisional dijaman modern sudah ditinggalkan oleh generasi muda akibat berbagai permainan modern yang begitu maju dan menarik serta dipengaruhi oleh budaya maju dari masyarakat dijaman modern pula. Kebudayaan nasional yang bersumber kepada kebudayaan daerah perlu adanya pembinaan dan pemeliharaan serta pengembangan kebudayaan tersebut dengan daerah di tanah air. Olahraga tradisional adalah salah satu unsur kebudayaan nasional yang mash hidup dan berkembang di daerah-daerah di Indonesia.

Melalui Dispora Goes To School Tradisional Borneo Sport Learning dengan narasumber atlit/siswi asli Kutai timur yang berprestasi yang mengarah pada kegiatan olahraga. Mengarah pada pembinaan olahraga tradisional di Kutai Timur yang diharapkan dapat berkembang dilembaga formal (Sekolah, Instansi Pemerintah/Swasta), non formal (masyarakat) dan akhirnya merupakan suatu kebutuhan sehari-hari bagi keluarga atau individu dan menjadi budaya baru yaitu budaya olahraga.

Lebih lanjut Muhammad taufik mengungkapkan tujuan sosilisasi agar terwujudnya pembinaan olahraga tardisional/masyarakat dan mencari bibit olahraga tradisional, menggalakan pembinaan sambil menata sistem pengembangan olahraga tradisional dan mekanisme menuju ke jenjang pembinaan selanjutnya. Selanjut membuat wadah khusus olahraga tradisional di Kabupaten Kutai Timur. Adapun manfaat dari kegiatan ini dikatakan taufik adalah mengenalkan kembali olahraga tradisional, menciptkan bibit-bibit untuk olahraga tradisional.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments