Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » DUKUNG SWASEMBADA PANGAN BALITBANG KAJI TEKNOLOGI PENGERINGAN GABAH

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN BALITBANG KAJI TEKNOLOGI PENGERINGAN GABAH

(395 Views) Mei 18, 2016 7:10 am | Published by | No comment

SANGATTA – Peningkatan hasil padi pasca panen menjadi perhatian Badan Peniliti dan Pengembangan Kabupaten Kutai Timur. peningkatan hasil padi tersebut dikaji untuk mengurangi jumlah penyusutan hasil panen pasca melewati proses penjemuran gabah. Proses penjemuran gabah yang saat ini dilakukan petani di Kabupaten Kutai Timur masih menggunakan cara tradisional dengan bergantung pada sinar matahari. Proses pengeringan tersebut memiliki banyak kekurangan diantaranya ketergantungan terhadap cuaca, membutuhkan waktu yang lama untuk menurunkan kadar air hingga 12-14%, proses pengeringan yang tidak baku sehingga mengakibatkan mutu beras yang kurang baik dan memerlukan tenaga kerja intensif.

Penjemuran dibawah sinar matahari harus memperhatikan intensitas sinar, suhu pengeringan yang selalu berubah, ketebalan penjemuran dan frekuensi pembalikan jika tidak memperhatikan hal tersebut maka penjemuran padi secara tradisional akan mengakibatkan penurunan kualitas beras, beras akan menjadi pecah pada waktu proses penggilingan. Selain itu proses penjemuran tradisional juga rentan terhadap penyusutan yang dikarenakan gangguan hewan pada saat penjemuran. Melihat hal tersebut invosi teknologi untuk memperbaiki kualitas gabah, dirasa perlu untuk diciptakan salah satunya teknologi pengering gabah sederhana yang mudah dibuat dan murah dalam pembiayaanya.

Kepala Balitbang Kutim, Zubair mengatakan, Pembiayaan pembuatana pembuatan teknologi rekayasa pengeringan gabah tidak membutuhkan dana yang besar jika dilihat dari hasil dan jangka waktu penggunaannya. Dengan pemeliharaan yang baik, alat yang akan dibuat tersebut dapat bertahan lama untuk digunakan. Alat tersebut saat ini masih dalam pengkajian dan diperkirakan dapat diselesaikan di tahun ini dalam bentuk prototype terlebih dahulu.

Tujuan dari pengeringan adalah mengurangi kadar air dari gabah, penurunan kadar air mempengaruhi terhadap hasil beras yang baik. Berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI) terhadap kualitas gabah, baik kualitas satu sampai dengan tiga mensyaratkan kadar air gabah empat belas persen basis basah agar dapat disimpan dalam jangka waktu enam bulan yang disebut dengan gabah kering giling. Pengeringan gabah berpengaruh terhadap persentase beras kepala yang dihasilkan.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments