Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Enggan Pindah, 2000 Lebih Warga Sidrap Jadi Pemilih Pilkada Bontang

Enggan Pindah, 2000 Lebih Warga Sidrap Jadi Pemilih Pilkada Bontang

(500 Views) November 10, 2015 8:51 am | Published by | No comment

Sangatta. Permasalahan tarik-menarik status kependudukan warga Dusun Sidrap sepertinya tidak pernah berakhir. Permasalahan status kependudukan ribuan masyarakat Dususn Sidarap Desa Martadinata Kutai Timur yang berbatasan langsung dengan administratif Kota Bontang ini slalu muncul khususnya jelang perhelatan pemilihan umum (Pemilu). Bahkan pada Pilkada serentak yang akan dilaksanakan di 9 Desember 2015 mendatang, permasalahan ini kembali mencuat. Pasalnya lebih dari 2000 jiwa warga Sidrap dipastikan tidak akan menggunakan hak suaranya untuk Pilkada Kutai Timur namun lebih memilih untuk menyalurkan hak suaranya pada Pilkada Kota Bontang, di waktu yang bersamaan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kutai Timur Januar Harlian Putra Lembang Alam didampingi Kabid Pelayanan dan Kependudukan Admiransyah.

Dituturkan, bahwa permasalahan tarik-menarik starus kependudukan warga Sidrap ini sudah terjadi sejak awal pemekaran Kabupaten Kutai pada tahun 1999 lalu, bahwa warga yang bermukim di Kampung Sidrap ini menganggap mereka masuk dalam administrasi Kota Bontang. Padahal sesuai peraturan tapal batas dan Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang kependudukan dan Undang-undang 24 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, setelah ada pemekaran wilayah otomatis mereka masuk dan berstatus penduduk Kabupaten Kutai Timur.
Lanjut Januar, pada tahun 2010, diketahui sudah ada 2000 jiwa penduduk Kampung Sidarap yang mencatatkan diri sebagai warga Kota Bontang bahkan melakukan perekaman Elektornik KTP. Angka ini dipastikan bertambah seiring berjalannya waktu dan diperkirakan kini berjumlah lebih dari 3000 jiwa. Pada awalnya, sesuai data Disdukcapil Kutim, hanya ada 4 RT di wilayah Sidrap dan disebut Dusun Sidrap. Namun oleh Kota Bontang, wilayah tersebut dimekarkan menjadi 7 RT dan berubah menjadi Kampung Sidrap. Namun demikian sesuai tapal batas, daerah tersebut tetap masuk dalam Desa Martadinata Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur.

Lebih jauh dikatakan Januar, hal ini merupakan permasalah serius yang perlu segera ada penyelesaian yang melibatkan semua pemangku kebijakan, mulai dari Bupati Kutim, Walikota Bontang dan Gubernur Kaltim sendiri. Serta melibatkan DPRD Kaltim, DPRD Bontang dan DPRD Kutai Timur. Jika hal ini tetap dibiarkan dan berlarut-larut tanpa penyelesaian, maka dikhawatirkan permasalahan ini akan menjadi santapan politik. Pikahnya mengaku siap memproses jika 3000 masyarakat Sidrap ini punya itikad baik untuk berpindah status kependudukan ke Kabupaten Kutai Timur.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments