Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Gali Potensi Pariwisata Demi PAD, Pemkab Kutim Minta Raperda Pariwisata Jadi Prioritas Disahkan

Gali Potensi Pariwisata Demi PAD, Pemkab Kutim Minta Raperda Pariwisata Jadi Prioritas Disahkan

(437 Views) Januari 25, 2017 4:32 pm | Published by | 3 Comments

pad image

Sangatta. Berbekal pelajaran berharga dari krisis keuangan yang melanda Kabupaten Kutai Timur mengingatkan bahwa dalam hal pendapatan dan keuangan daerah, Kutim tidak bisa hanya berpangku tangan dan berharap dana bagi hasil (DBH) kepada Pemerintah Pusat. Untuk itu, Pemkab Kutim bertekad untuk menggali potensi-potensi yang mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sumber PAD yang segera dikelola dan memiliki nilai jual tinggi adalah sektor pariwisata.

Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang mengatakan dengan masuknya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pariwisata dalam program legislasi daerah (Prolegda) DPRD Kutim tahun ini, dirinya sangat berharap Raperda Pariwisata menjadi prioritas untuk segera dibahas dan disahkan menjadi sebuah Perda. Dengan adanya Perda Pariwisata tentu menjadi dasar hukum bagi Pemerintah Kutim dalam pengaturan regulasi pengelolaan kepariwisataan yang ada, termasuk penetapan pajak dan retribusi daerah.

Lanjutnya, dalam hal pengelolaan potensi kepariwisataan yang ada di Kutim, langkah awal pemerintah akan melakukan inventarisasi semua potensi yang dimiliki Kutim saat ini dan kemudian akan dibuatkan peraturan bupati (Perbup) yang berkaitan dengan aturan mekanisme pungutan retribusi dan sebagainya. Namun tentu, yang terpenting adalah melakukan pembenahan dan memenuhi segala fasilitas infrastruktur dan sarana penunjang lainnya untuk objek wisata tersebut. Selain itu, dalam pendanaan dan pengelolaannya kelak Pemkab Kutim tidak bisa melakukannya sendiri. Tentu perlu partisipasi dan keterlibatan pihak swasta agar pengelolaannya lebih mumpuni dan profesional.

Saat ini, Kutai Timur memiliki beberapa potensi pariwisata yang bisa dijadikan unggulan. Diantaranya, potensi wisata pantai dan bawah laut, gunung dan goa karst, serta hutan wehea. Namun yang saat ini kemungkinan akan digarap terlebih dahulu karena memiliki nilai jual tinggi dan sudah mudah terakses masyarakat adalah wisata pantai dan bawah laut serta gua karst. Terlebih untuk wisata karst merupakan destinasi wisata yang tidak dimiliki semua daerah dan pasti memiliki nilai jual hingga ke taraf internasional, karena keunikannya. Sehingga nantinya tidak hanya diharapkan mampu menarik wisatawan lokal namun juga bisa mendatangkan wisatawan manca negara ke Kutai Timur. Tentu imbasnya adalah akan ada pemasukan bagi daerah, ujar Kasmidi.

(Voice :wulansari – Pariwisata)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments