Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Gelar Telekomferens Dengan Pemprov Kaltim dan Pusat, Bupati Kutim Minta Dibangunkan Tower Telekomunikasi

Gelar Telekomferens Dengan Pemprov Kaltim dan Pusat, Bupati Kutim Minta Dibangunkan Tower Telekomunikasi

(393 Views) Juli 28, 2016 8:41 am | Published by | No comment

Sangatta. Kutai Timur yang memiliki luasan wilayah sebesar 35.748 km2 (Kilometer persegi) dengan 18 Kecamatan dan 133 Desa dan 2 kelurahan, ternyata masih ada wilayah yang tidak mampu terfakses sarana telekomunikasi atau blank spot. Wilayah tersebut adalah 3 Desa di Kecamatan Busang dan 3 Desa di Kecamatan Sandaran. Khususnya adalah desa-desa yang ada di pedalaman dan pesisir. Untuk itu Pemerintah Kutai Timur berharap pemerintah Pusat dan Provinsi Kaltim mau mensuport kebutuhan sarana telekomunikasi tersebut dengan menyiapkan tower telekomunikasi (BTS) yang mampu mengatasi permasalahan komunikasi di keenam desa tersebut. Demikian diungkapkan Bupati Kutai Timur Ismunandar saat menggelar video conferense bersama pemerintah Pusat dan provinsi Kaltim, pagi tadi, bertempat di ruang Tempudau Kantor Bupati Kutai Timur.

Dikatakan Ismu, keenam wilayah tersebut sangat terisolir dari akses telekomunikasi. Sehingga perlu segera adanya bantuan pemerintah pusat dan provinsi Kaltim dalam menyediakan sarana dan kelengkapan telekomunikasi tersebut. Untuk di Kecamatan Busang, baru-baru ini telah berdiri tower telekomunikasi, tetapi ternyata belum didukung dengan kelengkapannya. Sehingga tower tersebut tetap tidak bisa digunakan. Sementara bagi kecamatan Sandaran, yakni Desa Tanjung Mangkaliat, Desa Manubar dan Desa Sandaran, sangat memerlukan tower telekomunikasi (BTS) yang hingga kini belum satupun terbangun.

(Voice : Bupati Ismu – Minta Bangunkan Tower Telekomunikasi)

Selain melaporkan progres pembangunan dan keuangan Kabupaten Kutai Timur, Bupati Ismu juga menyentil pembangunan rumah layak huni (PRLH) yang dilakukan pemerintah Kaltim di Kabupaten Kutai Timur. Dilaporkan bahwa rumah yang dibangun tidak sebanding dengan besaran biaya yang telah dikeluarkan pemerintah provinsi, dan tidak layak huni. Menanggapi laporan tersebut, Assisten 3 Provinsi Kaltim, Bere Ali, mengatakan akan mengakomodir dan mempelajari laporan yang masuk dari Kutai Timur tersebut.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments