Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » GRANAT Kutai Memiliki Konsep Yang Sama Dengan Plt. Bupati Kutai Timur Terhadap Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Kutai Timur

GRANAT Kutai Memiliki Konsep Yang Sama Dengan Plt. Bupati Kutai Timur Terhadap Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Kutai Timur

(1778 Views) April 27, 2015 1:36 pm | Published by | No comment

Sangatta – Dalam rangka pemberantasan penyalagunaan narkotika yang semakin meningkat di Kutai Timur, pengurus Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Kutai Timur melaksanakan audiensi oleh GRANAT yaitu menyampaikan pokok-pokok pikiran yang diharapkan bisa menjadi sebuah kesepahaman yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbub) Kutai Timur, agar penyalagunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di Kutai Timur dapat diberantas dan dilenyapkan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan sehari diruang Arau Kantor Bupati Kutai Timur, senin (27/4/15) ditemui media RPD Kutim seusai pelaksanaan kegiatan tersebut ketua GRANAT Kutai Timur Herlang Mapatiti menjelaskan ada empat pokok pikiran yang diusulkan GRANAT Kutim kepada Pelaksana Tugas Bupati Ardiansyah Sulaiman yang juga selaku ketua Badan Narkotika (BNK) Kutai Timur.

IMG20150427113146Pertama perlunya dikeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) tentang jam malam anak-anak sekolah atau mahasiswa, hal ini terkait dengan apa yang sering didapat oleh pihaknya dilapangan bahwa tempat-tempat tertentu banyak disalah gunakan, seperti dimanfaatkan untuk ngelem, ngomix, oplosan, pacaran dan lain sebagainya. Kedua pihaknya mengharapkan semua komitmen terhadap segala pengambil-pengambil regulasi untuk sama-sama berbuat terhadap penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di Kutai Timur. Ketiga sesuai dengan undang – undang nomor 35 tahun 2009 bahwa Negara memberikan jaminan terhadap orang-orang yang ingin sembuh, yang ingin sadar, yang ingin bertaubat dan diobati oleh negara. Berangkat dari hal ini pihaknya mengusulkan agar dibentuk Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Dikatakan Herlang Mapatiti IPWL sendiri ternyata telah dibentuk oleh pemerintahan Kutai Timur yang terdapat di tiga Rumah Sakit, yaitu Teluk Lingga, Wahau dan Kongbeng. Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL) ini mempunyai maksud agar setiap masyarakat yang ingi sembuh, ingin bertaubat, melaporkan ke IPWL karena Negara akan mengawal pengobatannya dan tidak akan tertangkap apabila ada sebuah assessment. Keempat perlu adanya kesepahaman moral.

Voice

Lebih lanjut Herlang Mapatiti mengakui, kegiatan tersebut mendapat apresiasi yang baik dari Plt Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, bahkan dikatakan sebelumnya Plt Bupati Kutai Timur sudah mempunyai konsep-konsep pemikiran yang sama dengan apa yang menjadi usulan-usulan atau pokok-pokok  pikiran  dari GRANAT KutaiTimur. Dengan usulan-usulan yang disampaikan ini menambah semangat Plt Bupati Ardiansyah Sulaiman untuk segera menerapkan apa yang menjadi pokok pikiran-pikiran tersebut.

Selanjutnya Pelaksana Tugas Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengakui setuju dengan apa yang diusulkan Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kutai Timur, dan usulan – usulan tersebut persis dengan apa yang sudah disiapkan, seperti membuat jam malam belajar, mengintensifkan monitoring dilapangan (razia), panti rehabilatasi dan selebihnya Ardiansyah Sulaiman mempunyai program untuk menghimbaukan kepada masyarakat kembali kepada keluarga, karena keluarga merupakan kata kuncinya. (Ds/rpdkutim)

Voice

Print Friendly, PDF & Email
Categorised in:

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of