Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Ibu Hamil Wajib Screening HIV/AIDS

Ibu Hamil Wajib Screening HIV/AIDS

(4904 Views) November 16, 2015 9:02 am | Published by | No comment

Sangatta. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman meminta kepada RSUD maupun Puskesmas yang ada seluruh Kutai Timur untuk melakukan screening HIV/AIDS terhadap ibu hamil. Tes ini dilakukan selain untuk mengetahui perkembangan kasus HIV/AIDS di Kutim juga sebagai upaya menyelamatkan bayi sejak masih dalam kandungan jika memang diketahui sang  ibu mengidap HIV/AIDS.

Dikatakan Ardiansyah, dari kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Kutai Timur 75 persen terjadi pada mereka yang telah menikah dan 20 persen di idap Ibu Rumah Tangga, termasuk ibu hamil. Hal ini tentu cukup mencemaskan karena jika didak ada penanggulangan yang benar terhadap ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS maka bayi yang di kandungnya pun jika melahirkan kelak bisa terinveksi virus HIV/AIDS.

Lanjutnya, selain untuk pencegahan, upaya tes HIV/AIDS bagi ibu hamil juga telah diatur dalam Undang-undang Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 21 tahun 2013. Sementara itu, dukungan anggaran juga siap diberikan oleh Pemkab Kutim melalui Dinas Kesehatan Kutim, untuk pembelian perlengkapan tes darah. Sedangkan mekanisme pelaksanaannya diserahkan kepada RSUD Kudungga dan Puskesmas di masing-masing kecamatan di Kutim.

(voice : Bupati – Screning AIDS Ibu Hamil)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim melalui Kepala Bidang Penyehatan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) M Yusuf mengatakan, pelaksanaan tes atau screening HIV/AIDS bagi ibu hamil bisa saja dilakukan di 10 puskesmas di Kutim yang sudah memiliki tenaga terlatih dalam pelaksaaan tes HIV/AIDS dan gratis atau tanpa dipungut biaya.

Yusuf mengatakan, upaya mendeteksi penyebaran HIV/AIDS di Kutim melalui Ibu Hamil karena 20 persen kasus HIV/AIDS di Kutim ditemukan pada Ibu rumah Tangga. Hal ini bertujuan utama adalah menyelamatkan bayi dalam kandungan sang ibu agar tidak terinfeksi HIV/AIDS. Sementara jika tes ini dilakukan bagi kaum pria, biasanya ditolak terutama bagi mereka yang biasa “jajan” ke lokalisasi.

Sementara anggaran yang tersedia dalam pelaksanaan tes HIV/AIDS ini di Dinkes Kutim terutama untuk penyediaan peralatan tes seperti CD4 (tes kekebalan dan sel tubuh) dan Rapid Diagnostic Test (RDT) HIV berjumlah Rp 150 juta. Namun anggaran ini dianggap sangat kurang dan masih membutuhkan anggaran minimal Rp 400 juta.

(voice : M Yusuf – Screning AIDS Ibu Hamil)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments