Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Idap Tumor Ganas pada Mata, Nasib Fania Menunggu Uluran Tangan Dermawan

Idap Tumor Ganas pada Mata, Nasib Fania Menunggu Uluran Tangan Dermawan

(582 Views) Oktober 8, 2015 7:12 am | Published by | 1 Comment

Sangatta. Malang benar nasib Fania Nur Aurelia, bocah balita berumur 3 tahun warga jalan Pendidikan Kabo Raya RT 8 Nomor 61 Desa Swarga Bara Kecamatan Sangatta Utara ini harus menderita tumor ganas yang kini telah menggerogoti matanya.

Kondisi tumor ganas yang sudah terlanjur mengakar di mata kiri bocak malang ini, menyebabkan Fania hanya mampu melihat dengan menggunakan mata kanannya saja. Nur Halimah (23) ibu dari Fania menuturkan, kondisi kelainan mata yang dialami putrinya ini memang telah diderita sejak lahir.

Pada awalnya, kondisi lensa mata kiri Fania hanya seperti pengidap katarak dan menguning. Setelah dibawa berobat dan diopersi di Rumah Sakit Abdul Wahab Syahrani Samarinda dengan melakukan pengangkatan selaput pada kornea matanya, ternyata tidak kunjung sembuh. Bahkan sejak setengah bulan terakhir, kondisi mata kiri Fania kian parah hingga menyebabkan mata kirinya seakan hampir keluar akibat dorongan akar tumor.

Lanjut Halimah, dirinya sudah 3 kali membawa Fania ke RS AWS di Samarinda untuk berobat dan dari hasil pemeriksaan kedua, anaknya tersebut divonis mengidap tumor ganas. Kini kondisi tubuh Fania kini kian melemah dan sering panas tinggi walaupun terlihat masih mampu bercengkrama dengan sang ibu. Bahkan bocah kecil ini hanya mau meminum susu dan enggan makan apapun karena kerap muntah setelah makan bubur. Fatimah berharap adanya uluran tangan dari pemerintah dan dermawan lainnya untuk membantu pengobatan putrinya. Hal ini mengingat untuk berobat Fania, memerlukan biaya yang cukup besar sementara dirinya hanya janda tanpa pekerjaan dan hanya mengharap penghidupan dari sang nenek yang menjadi buruh cuci.

(voice)

Sementara itu, Direktur RSUD Kudungga Sangatta dr Bahrani Hasanal mengatakan, penyakit yang menimpa Fania adalah Retino Plastoma, yakni merupakan kanker mata ganas yang baru diketahui penderitanya saat sudah ada penyebaran secara akut di mata korban. Penyakit yang diderita Fania ini jika memang bawaan sejak lahir maka merupakan peristiwa langka karena dalam 100.000 angka kelahiran bayi kemungkinan hanya 1 kasus yang ditemukan.

Lanjutnya, tindakan operasi pengakatan kanker bisa saja dilakukan namun tidak memberikan efek kesembuhan bagi si penderita. Fania sendiri harus menjalani kemoterapi untuk membunuh sel kanker dan pemulihan kondisi tubuh. Sementara untuk memperbaiki bentuk tampilan visual, pasien dapat menjalani operasi kosmetik. Sementara itu, melalui Pemkab Kutim, keluarga Fania telah difasilitasi untuk pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sehingga pengobatannnya dapat ditanggung melalui Jamkesda Kutim

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments