Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Iman Hidayat : Dari Sisi Statistik, Jumlah Guru PNS di Kutim Masih Kurang

Iman Hidayat : Dari Sisi Statistik, Jumlah Guru PNS di Kutim Masih Kurang

(1144 Views) November 24, 2016 4:44 pm | Published by | 1 Comment

iman

Sangatta – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur Iman Hidayat resmi dilantik menjadi Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Kutai Timur, masa bakti 2016-2020. Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua Pengurus Provinsi PGRI Kalimantan Timur, Musyahrim diruang Meranti Kantor Bupati Bukit Pelangi Sangatta, Kamis (24/11/16). Pelantikan itu, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Timur Nomor 037/KEP/PGRI-KT/XI/210/2016 tentang susunan personalia pengurus PGRI Kabupaten Kutai Timur masa bakti 2016-2020.

Iman Hidayat dalam laporannya mengungkapkan jumlah anggota PGRI di Kabupaten Kutai Timur sampai saat ini, untuk tenaga pendidiknya sebanyak 4.982 , yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 2.287, Non PNS 2.674, Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) sebnayak 985 dan Honor sebanyak 1.689 orang.

Iman menjelaskan bahwa jumlah tersebut jika dilihat dari sisa jumlah memang cukup banyak, namun dari sisi statistiknya, masih kurang dari separuhnya yang telah berstatus PNS. Karena selama dua tahun terakhir pengangkatan guru PNS masih terbilang sedikit yakni 29 orang. Dirinya mengatakan hal inilah harus diperjuangkan,agar supaya kouta PNS untuk guru lebih ditingkatkan lagi.

Lebih lanjut, Iman menambahkan untuk validasi anggota PGRI Kutim, sekarang sudah memlalui sistem online. Dia mengungkapkan guru di Kutim yang telah terverifikasir sebanyak 1.650 orang, untuk Ia berharap bagi yang belum terverifikasi, agar segera melakukan validasi/verifikasi secara online.

Iman mengakui, angka tersebut akan bisa berkurang, jika pengolala SMA/SMK beralih ke Provinsi, namun jka tidak, maka jumlahnya akan tetap atau malah bertambah. Pertambahan akan menjadi pesat, karena mulai dua tahun terakhir Disdikbud, sedang menggalakan penambahan guru bagi Tanam Kanak-Kanak (TK) dan Pendidik Anak Usia Dini (PAUD).

Karena, Program satu Tanam Kanak-Kanak Negeri per satu Kecamatan sudah tercapai, dan untuk program satu PAUD satu Desa masih kekurangan dua paud. Masih ada dua desa yang belum mempunyai PAUD dan konsekuensinya adalah penambahan pendidik, oleh karena itu dengan dasar statistik yang ada, dia berharap dapat diperjuangkan menjadi PNS.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments