Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Ingin Punya Motor Sendiri, Siswa SMP Nekat Lakukan Curanmor  

Ingin Punya Motor Sendiri, Siswa SMP Nekat Lakukan Curanmor  

(482 Views) Maret 17, 2015 1:25 pm | Published by | No comment

Sangatta. Tidak adanya komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, serta dibarengi sikap orang tua yang terlalu mengekang anaknya, ternyata bisa menyebabkan anak gelap mata dan melakukan kejahatan. Salah satunya yang dialami AF (14), siswa kelas 2 salah satu SMP swasta terkenal di Kota Sangatta ini terlibat kasus pencurian bermotor (Curanmor) honda Beat milik Saiful Arifin, seorang warga Jalan Karya Etam Sangatta.

Menurut Kapolsek Sangatta Utara AKP I Gusti Agung Budianaloka didampingi Kanit Reskrim Ipda Abdul Rauf, tersangka AF, Selasa (16/3) pada pukul 17.00 Wita, ini ketahuan sedang mencuri motor beat yang diparkir di depan sebuah toko Jalan Inpers Sangatta, sedangkan pemiliknya tengan membeli barang di dalam toko tersebut.

Lanjutnya, motor yang memang ditinggal korban saat membeli barang didalam toko dengan posisi kunci yang masih menancap di motor, karena merasa aman dan ada anak korban yang berumur 5 tahun menunggu disamping motor. Tersangka sendiri yang kebetulan lewat depan toko dengan mengendarai motor dan melihat sebuah motor terparkir dengan posisi kunci terpasang, tanpa pikir panjang lagi langsung memarkir motornya sendiri dan langsung mengambil motor milik korban tersebut, namun keburu ketahuan korban dan diteriaki maling dan langsung dikejar, hingga akhirnya sejam kemudian tertangkap warga di simpang empat lampu merah Jalan Karya Etam.

Menurut AKP Rauf, dari pengakuan tersangka yang baru pertama kali melakukan curanmor ini, dirinya mencuri motor karena terdorong ingin memiliki motor sendiri sepeti teman-teman sebayanya. Sementara orang tuanya yang bekerja di perusahaan tambang batubara terbesar di Kutim ini, tidak mau membelikan dirinya motor.

Lebih jauh Rauf mengatakan tersangka dijerat pasal 362, namun pihaknya segera akan melakukan upaya difersi terhadap tersangka AF ini, mengingat sesuai UU peradilan anak, setiap kejahatan yang melibatkan tersangka anak dibawah umur wajib dilakukan proses Difersi, yang Balai Permasyarakatan (Bapas), Kepolisian, Kajaksaan, Pengadilan serta kedua pihak, yakni keluarga tersangka dan korban.

(voice)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments