Menu Click to open Menus
Home » Keamanan » Ini 7 Kesepakatan Pemerintah Dan Paguyuban, Untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid 19 Di Kutim

Ini 7 Kesepakatan Pemerintah Dan Paguyuban, Untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid 19 Di Kutim

(47 Views) Mei 5, 2020 10:51 pm | Published by | No comment

SANGATTA – Pemerintah kabupaten kutai Timur dan semua perwakilan Paguyuban yang ada di Kutim, menyepakati 7 aturan terkait ditetapkannya Kutim masuk Zona Merah (ZM). Sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid 19, 7 aturan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi, yang digelar di ruang Meranti, Senin (4/5), dihadiri perwakilan paguyuban serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kutim.

7 aturan atau kesepakatan tersebut meliputi, pertama memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan, baik yang datang ke Kutim maupun sebaliknya. Untuk sanksinya saat ini masih dalam pengkajian. walau begitu, tetap ada sanksi yang akan dijatuhkan tegas Ismu.

Kedua, memberlakukan karantina dan wajib isolasi mandiri bagi semua pelaku perjalanan dari ZM. Ketiga,dDiharapkan kepada ODP maupun PDP agar bisa melapor ke paguyuban asal masing- masing untuk memudahkan koordinir oleh petugas kesehatan . Keempat, dengan kondisi zona merah saat ini, warga diminta tidak melakukan kerumunan atau mengadakan perkumpulan dengan banyak orang. Jika tidak diindahkan, maka siap- siap saja dibubarkan.

Tak hanya itu, Ismu juga menegaskan terkait larangan mudik atau pulang kampung karena berisiko akan membawa virus.

Sementara pada point Kelima, Dihimbau untuk terus meningkatkan informasi- informasi terkait pencegahan C-19 melalui pemasangan baliho yang akan memuat update kasus ODP, PDP hingga positif. Keenam, lebih memperketat pengawasan di pintu masuk vital perbatasan seperti di Patung Burung Jalan Poros Bontang Sangatta, Pos di Kilo 32 antara Kecamatan Batu Ampar, Muara Bengkal, Muara Ancalong. Muara Wahau, dan Long Mesangat, serta jalan di Desa Miau Kecamatan Kongbeng yang berbatasan dengan Berau. Terakhir atau ketujuh, Ismunandar meminta seluruh masyarakat di Kutim untuk tidak menyebarkan informasi palsu atau hoaks di media sosial terkait COVID-19 apabila belum ada pernyataan resmi dari pemerintah.

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of