Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kapal Perang KRI Ahmad Yani Sandar di Perairan Sangatta

Kapal Perang KRI Ahmad Yani Sandar di Perairan Sangatta

(838 Views) Februari 29, 2016 9:09 am | Published by | 1 Comment

Sangatta. Tepat pukul 12.00 wita, Senin (29/2), Kapal Republik Indonesia (KRI) Ahmad Yani (AMY) dengan nomor lambung 351, merapat di Pelabuhan Merine Tanjung Bara milik PT KPC, Sangatta. Kapal perang yang merupakan kelas fregat ini, dikomandani Kolonel Laut (P) Slamet Haryono, mengangkut sebanyak 165 personil yang terdiri dari 35 personil yang mengikuti giat Pelatihan Pra Tugas Ambalat dan 130 kru KRI AMY. Kedatangan KRI AMY ini ke Sangatta Kabupaten Kutai Timur, setelah berpastisipasi dalam kegiatan latihan Pra Tugas Ambalat 2016, di perairan Ambalat, perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kedatangan KRI Ahmad Yani ini didampingi tiga kapal perang lainnya yang labuh jangkar di perairan Tanjung Bara, Yakni KRI Tombak, KRI Kakap dan KRI Ajak. Setelah mendapat ‎sambutan merflu oleh jajaran Lanal Sangatta yang dipimpin langsung Danlanal Sangatta Letkol (P) Donny Suharto, para personel darat dan para tamu undangan diperkenankan naik ke dalam kapal untuk melihat-lihat isi KRI AMY.

Komandan KRI AMY Letkol (P) Slamet Haryono, kepada wartawan menuruturkan KRI Ahmad Yani (351) merupakan kapal pertama kapal perang kelas perusak kawal berpeluru kendali. Merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda, yang kemudian dibeli oleh Indonesia‎. Namun beberapa perlengkapan alutsista di dalamnya telah dilakukan peremajaan, termasuk di antaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat, ‎mistral ‎menggantikan sea cat. Selain itu, KRI AMY juga memiliki sistem peralatan sensor untuk perlengkapan peperangan yang merupakan buatan dalam negeri, yang diproduksi PT Len Bandung.

Lanjutnya, selain memiliki peralatan sensor canggih, KRI AMY juga memiliki perlengkapan senjata seperti meriam utama otomelara kaliber 70 mm dan senjata anti sasaran udara dan darat. Juga memiliki missil anti kapal permukaan dan untuk peperangan udara, dilengkapi meriam 12,7 mm di depan dan di belakang kapal. Perlengkapan ini merupakan perlengkapan yang memang harus ada di KRI. Berbeda dengan kapal patroli keamanan laut (Patkamla), KRI bertugas sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya KRI ditempatkan di perbatasan dan perairan terbuka.

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Comment
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments