Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kembalikan Konsep Food Estate, Bupati Kutim Minta Alokasikan Lahan Produktif Pertanian

Kembalikan Konsep Food Estate, Bupati Kutim Minta Alokasikan Lahan Produktif Pertanian

(414 Views) Agustus 4, 2016 10:51 am | Published by | No comment

Sangatta. Konsep pembangunan yang berbasis pada pengembangan agro bisnis dan agro industri, saat ini tengah giat-giatnya dilakukan oleh Pemerintah Kutai Timur. Pengembangan sektor pertanian dan perkebunan diharapkan mampu menjadi salah satu faktor tumpuan daerah, sehingga kedepannya dalam hal pendapatan daerah, Kutai Timur tidak hanya sekedar berharap pada bagi hasil sektor pertambangan.

Demikian dituturkan Bupati Kutai Timur Ismunandar, sembari meminta agar potensi lahan-lahan produktif di Kutai Timur tidak sepenuhnya tergarap menjadi lahan perkebunan sawit tetapi tetap mengalokasikan lahan produktif yang ada untuk kegiatan food estate. Dikatakan, dirinya sudah menginstruksikan kepada jajarannya jika ada investor yang masuk dan ingin membuka lahan untuk kepentingan pertambangan maupun perkebunan, agar tidak mengganggu lahan-lahan produktif pertanian dan pangan yang ada.

Sehingga dengan tetap menjaga ketersediaan lahan-lahan pertanian, upaya Pemerintah Kutim dalam pengembangan sektor pertanian dan pangan tetap dapat terus dilakukan. Terlebih saat ini pemerintah Kutai Timur tengah melakukan budidaya singkong gajah di beberapa Kecamatan di Kutim, yang saat ini potensinya tidak hanya mulai diminati masyarakat lokal namun kini mulai juga dilirik para investor luar yang siap melakukan pengembangan budidayanya di Kutim.

(Voice : Bupati – Food Estate)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PlT) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kutai Timur, Marjoni mengatakan bahwa konsep Food Estate sendiri sudah ada sejak kepemimpinan Bupati Awang Farok dan Isran Noor, dengan mengalokasikan lahan seluas 62.630 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan di Kutim, diantaranya Busang. Namun seiring waktu, konsep food estate ini hilang dan kini hanya diistilahkan sebagai lahan pertanian.

Lanjutnya, dengan kembalinya konsep food estate dalam kepemimpinan Bupati Ismunandar saat ini, Dispertan Kutim menyambut baik. Selama ini pihaknya hanya melakukan pembinaan terhadap petani yang sudah memiliki lahan sendiri, dengan memberikan bimbingan, dorongan dan fasilitasi. Dengan konsep food estate, kini Dispertan Kutim akan langsung berhadapan dengan investor pertanian yang siap menggarap lahan pertanian dan menyerap warga lokal sebagai tenaga kerja di bidang pertanian. Konsep tersebut tidak jauh berbeda dengan pola perkebunan sawit. Sehingga selain budidaya pertanian dilakukan secara modern juga masyarakat lokal juga mendapatkan lapangan pekerjaan.

 (Voice : Pertanian Marjoni – Food Estate)

 

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments