Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kembangkan Listrik Biomassa dan Limbah Sawit, Pemkab Kutim Beri Solusi Listrik Masyarakat

Kembangkan Listrik Biomassa dan Limbah Sawit, Pemkab Kutim Beri Solusi Listrik Masyarakat

(504 Views) Desember 22, 2015 9:50 am | Published by | No comment

Sangatta. Fokus Pemerintah Kutai Timur dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat menjadi sangat serius. Pasalnya sudah puluhan tahun, sebagian besar kecamatan di Kutai Timur belum mendapat pelayanan listrik yang maksimal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) akibat kekurangan daya yang tersedia.

Kepala Bappeda Kutai Timur Suprihanto, mengatakan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat tersebut, Pemerintah Kutim saat ini tengah berupaya mengembangkan program listrik biomassa dengan menggandeng Universitas Mulawarman Samarinda sebagai fasilitatornya. Pengembangan listrik biomassa ini memanfaatkan limbah-limbah kayu mulai dari kulit kayu dan ranting, yang kemudian diolah sedemikian rupa dan menjadi tenaga listik. Tahun depan 2 Desa di Kecamatan Long Mesangat Kutai Timur akan menjadi pilot projek pengembangan listrik biomassa ini.

Selain pengembangan listrik biomassa, saat ini yang sudah berjalan adalah pemanfaatan limbah kelapa sawit yang diubah menjadi tenaga listrik. Unsur NH4 yang berupa gas buangan dari limbah kelapa sawit ini, ditampung dan di ekstrak menjadi tenaga listrik. Saat ini, pengembangan limbah kelapa sawit oleh sebagai tenaga listik ini sudah dikembangkan oleh PT Telen dan telah dibagikan ke beberapa desa di kecamatan Karangan dan Muara Bengkal, Kutai Timur.

Sementara itu, Assisten Ekonomi dan Pembangunan Kutai Timur Rupiansyah, mengatakan sebenarnya Pemerintah Kutai Timur terus berupaya agar kebutuhan listrik masyarakat Kutai Timur dapat terpenuhi. Namun karena keterbatasan PLN, sehingga upaya pemenuhan listrik ini tidak bisa dilakukan. Bahkan Kawasan Pemerintahan Kutai Timur di Bukit Pelangi saja hingga belasan tahun tidak tersentuh jaringan PLN. Sehingga Pemerintah Kutim harus terus merogoh kocek lebih dari 60 Miliar per tahunnya untuk pembelian solar genset untuk pemenuhan listrik perkantoran di Bukit Pelangi, termasuk Rumah Sakit Stadion Kudungga dan fasilitas umum lainnya. Belum lagi upaya menjalin kerjasama dengan investor listrik dari luar negeri. Namun hingga kini masih “Nol besar“ dan belum ada eksen nyata.

Lebih jauh dikatakan Rupiansyah, upaya pengembangan listrik bomassa dan limbah kelapa sawit ini diharapkan menjadi solusi sementara untuk pemenuhan kebutuhan listrik khususnya bagi masyarakat yang ada di pedalaman Kutai Timur. Yang saat ini menjadi pertanyaaan besar adalah mampukan masyarakat merawat fasilitas umum seperti mesin pengolahan listrik biomassa yang akan dibeli pemerintah Kutim. Karena ini tentu untuk kepentingan bersama khususnya masyarakat setempat.

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments