Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Konsumen Rumah Tangga 900 VA Yang mampu, yang sebelumnya membayar listrik dengan tarif Bersubsidi R1/900 VA, Akan Membayar Listrik Dengan tarif Setara Dengan Tarif R1/1300 VA.

Konsumen Rumah Tangga 900 VA Yang mampu, yang sebelumnya membayar listrik dengan tarif Bersubsidi R1/900 VA, Akan Membayar Listrik Dengan tarif Setara Dengan Tarif R1/1300 VA.

(1660 Views) Januari 31, 2017 5:13 pm | Published by | No comment

IMG20170131094929Sangatta – Asisten Manejer Pelayanan dan Administrasi, PLN Rayon Bontang, Mujiono menjelaskan Kebijakan Subsidi Tepat Sasaran per 1 Januari 2017 hanya bagi Konsumen Rumah Tangga 900 VA, sedangkan untuk konsumen 900 VA lainnya seperti Sosial, UMKM, Bisnis Kecil serta Kantor Pemerintah tetap bersubsidi. Hal tersebut diungkapkannya dalam Sosialosasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan Mekanisme Pengaduan, diruang Arau Kantor Bupati Bukit Pelangi Sangatta, (31/1/17).

Mujiono mengungkapkan Kebijakan Subsidi Tepat Sasaran per 1 Januari 2017 bukanlah mencabut subsidi atau menghilangkan subsidi bagi rumah tangga, melainkan langkah memberikan subsidi hanya kepada rumah tangga yang berhak yaitu rumah tangga miskin. Sedangkan Rumah Tangga Mampu tidak berhak menerima subsidi listrik. Kriteria rumah tangga miskin menggunakan data Kementrian Sosial atau Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Untuk Penerapan Kebijakan Subsidi Tepat Sasaran ini, tidak ada kenaikan tarif listrik sepanjang konsumen termasuk didalam data terpadu yang dikelolah oleh TNP2K. Sedangkan untuk konsumen rumah tangga 900 VA yang mampu yang sebelumnya membayar listrik dengan tarif bersubsidi R1/900 VA menjadi membayar listrik dengan tarif sama dengan tarif tidak bersubsidi yakni setara dengan tarif R1/1300 VA.

Insert : Mujiono

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan ada 46 juta rumah tangga menerima subsidi listrik, yaitu 23 juta rumah tangga daya 450 Volt Amper (VA) dan 23 juta rumah tangga daya 900 Volt Amper (VA).

Sedangkan data TNP2K untuk rumah tangga dengan kesejahteraan 40 persen terendah (miskin) hanya 27,5 juta. Berarti ada rumah tangga yang tak berhak, namun membayar listrik dengan tarif bersubsidi. Dari 23 juta konsumen rumah tangga 900 VA, sesuai data TNP2K, hanya 4,05 juta yang berhak, yaitu yang miskin. Artinya ada sekitar 19 juta rumah tangga 900 VA yang sebenarnya tidak berhak membayar listrik dengan tarif subsidi.

Voice : Reporter/RPD_Wak Hedir

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments