Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » KPA Kutim Berharap Penanggulang AIDS Kedepannya, Tidak Ada Stigma dan Diskriminasi Pelayanan Publik Pada ODHA

KPA Kutim Berharap Penanggulang AIDS Kedepannya, Tidak Ada Stigma dan Diskriminasi Pelayanan Publik Pada ODHA

(496 Views) April 26, 2016 10:41 am | Published by | No comment

Sangatta – Situasi terakhir perkembangan HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Timur, dari bulan Januari – Maret tahun 2016 sudah ada 11 kasus baru infeksi HIV/AIDS dan data dari tahun 2006 – 2015 jumlah sudah mencapai 234 kasus. Dari jumlah tersebut yang hidup ada 196 orang, yang status stadiumnya HIV ada 137 orang dan orang stadium lanjut AIDS 59 orang dan yang meninggal 38 orang. Sedangakan untuk tahun 2016 ini ada 2 orang yang meninggal dunia, kasus ter sebut merupakan  dari temuan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kutim, Harmadji Parto Darso kepada RPD Kutim dalam Talkshow, pagi tadi Selesa (26/4)

Harmadji menjelaskan dari kasus pertahunnya mengalami kenaikan jumlah kasus, tahun 2015 merupakan temuan terbanyak jika dihitung dari empat tahun terakhir.  Dari tahun 2012  hanya 12, tahun 2013 naik menjadi 39, tahun 2014 menjadi 38 dan tahun 2015  naik lagi menjadi 52 kasus tambahan. Faktor ini dikatakan Harmadji, kemungkinan dikarenakan ada Pekerja Seksual Komersil (PSK) pendatang baru di Kabupaten Kutai Timur, sedangkan temuan yang terbanyak terdapat di Kecamatan Muara Wahau.

Sasaran umum yang dituju dengan penanggulangan HIV/AIDS Harnadji Parto Darsono menungkapkan, secara global yang pertama, tidak ada lagi infeksi baru HIV, karena saat ini rata-rata setiap tahun sekitar 40 kasus dalam empat tahun terakhir. Dirinya menunuturkan kalau bisa nol atau sama sekali tidak ditemukan. Kedua tidak ada lagi orang yang meninggal karena AIDS,  setiap orang yang ditemuan harus diobati sampai sehat kemudiaan dipertahankan kesehatannya. Jadi tidak lagi minggalkan karena AIDS, tetapi karena usia tua, itu dimungkinkan dengan pengobatan melalui obat-obat AIDS sekarang adalah Antiretroviral bisa memperbaiki kualitas hibdup mereka yang terkena HID/AIDS.

Lebih Jauh Harmadji menerangkan, Obat Antiretroviral merupakan obat semacam antibiotik namun dosisnya yang sangat tinggi, sehingga efek-efek yang dirasakan setelah minum obat tersebut merasa kurang nyaman. Karena memang penyesuaian obat diperlukan 2-3 hari harus diobservasi di Rumah Sakit dan tidak bisa dirawat dirumah, namun harus dibawa pengawasan tenaga medis atau dokter.

Terkait dengan reaksi obat tersebut, Harmadji mengungkapakan para pengidap penyakit ini  banyak yang menjadi takut, setelah mendengar reaksi dari obat tersebut. Tetapi mereka yang minum obat Antiretroviral menjadi sembuh, jadi mau tidak mau harus minum obat tersebut. Jadi sebagian besar dari 196 ODHA yang hidup ini masih bisa bekerja dengan kualitas hidup yang lumayan baik. Sasaran yang ketiga, tidak ada lagi stigma atau cap buruk bagi ODHA, dan tidak ada lagi perlakuan diskriminasi dari pelayan publik.

Voice Harmadji_Tidak Ada Diskriminasi Pada ODHA

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments