Menu Click to open Menus
Home » Acara » KPU dan Bawaslu Kutim Temukan 7.667 Pemilih Bermasalah, 1.964 Diantaranya Dihapus

KPU dan Bawaslu Kutim Temukan 7.667 Pemilih Bermasalah, 1.964 Diantaranya Dihapus

(260 Views) September 15, 2018 5:24 am | Published by | No comment

Sangatta – Dari hasil pencermatan bersama potensi data ganda daftar pemilih tetap, pada pemilihan umum tahun 2019, didapati ribuan Daftar Pemilih Tetap (DPT)  bermasalah. Terhitung sejak 12 September, seluruh Partai Politik, Bawaslu Dan KPU Kutai Timur melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP), untuk pemilu baik pileg maupun pilpres. Dari hasil pencermatan bersama antara KPU dan Bawaslu, didapati tujuh ribu enam ratus enam puluh tujuh potensi DPT bermasalah, baik data ganda, telah meninggal, pindah, dibawah umur, NIK kosong, hingga tidak dikenal.

Berdasarkan pencermatan tersebut, dilakukan penghapusan bersama data ganda DPT pada pileg dan pilpres 2019 sebanyak Seribu Sembilan ratus enam puluh empat. Sehingga, rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan pemilu tahun depan menjadi dua ratus dua puluh empat ribu enam ratus empat puluh lima pemilih.

Menurut keterangan Ketua KPU Kutai Timur, Fahmi Idris, data ganda menjadi temuan terbanyak dari Bawaslu dan KPU Kutim. Selanjutnya seluruh temuan tersebut setelah dilakukan pencermatan bersama maka langsung dihapus.

Dari hasil Rapat Pleno yang berakhir pada jam tiga dini hari tersebut, didapati data pemilih tetap kutai timur, dari yang sebelumnya dua ratus dua puluh enam ribu lima ratus delapan puluh delapan pemilih,  menjadi data pemilih tetap hasil perbaikan dua ratus dua puluh empat ribu enam ratus empat puluh lima pemilih  Pemilih, dengan rincian seratus dua puluh satu enam ratus dua puluh satu laki laki dan seratus tiga ribu dua puluh empat perempuan. Sementara untuk TPS dan jumlah desa tetap sama yakni seratus empat puluh satu Desa dan Sembilan ratus enam puluh tiga TPS.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of