Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kurang Perhatian, Hutan Mangrove dan Terumbu Karang Kutim Terancam Rusak

Kurang Perhatian, Hutan Mangrove dan Terumbu Karang Kutim Terancam Rusak

(700 Views) September 29, 2015 2:11 pm | Published by | No comment

Sangatta. Komandan Pangkalan AL (Danlanal) Sangatta Letkol Laut (P) Donny Suharto mengatakan bahwa Kabupaten Kutai Timur yang memiliki garis pantai yang cukup panjang, ternyata memiliki potensi ekosistem hutan mangrove dan terumbu karang yang sangat bagus. Namun jika tidak ada perhatian khusus maka bisa dipastikan kedua ekosistem ini akan rusak.

Menurut Letkol Donny, ekosistem hutan mangrove jika benar-benar dijaga akan memberikan nilai ekomoni yang tinggi bagi manusia, baik dari hasil olahan tanaman dan buah mangrove maupun dengan adanya habitat ikan-ikan di hutan mangrove yang dapat dimanfaatkan nelayan jika sedang musim angin selatan.

Lanjutnya, dari pengamatan beberapa ekosistem hutan mangrove di Kutai Timur, seperti di daerah pantai kenyamukan, sudah mengalami kerusakan 40 persen. Kerusakan ini dipastikan akibat faktor alam belum lama ini, yakni saat musim angin selatan dimana pukulan ombak sangat kencang sehingga hutan mangrove yang tidak memiliki baffer zone atau penahan dan pemecah ombak ini rusak tergerus air laut. Hal ini pun hampir sama terjadi di sepanjang garis pantai di Kutai Timur.

(voice)

Sementara itu, dari pemaparan sosialisasi restorsi terumbu karang, Letkol Donny mengatakan bahwa Kutim memiliki spot-spot terumbu karang yang sangat bagus dan tersebar di kawasan Bengalon, Sangkulirang, Muara Sangatta dan daerah lainnya di perairan Kutim. Jika dilakukan perawatan, terumbu karang yang menjadi habitat ikan hias dan ikan karang ini juga bisa menjadi wisata bawah laut Kutim. Namun beberapa tahun terakhir beberapa terumbu karang mengalami kerusakan parah karena kelalaian manusia, mulai dari rusak akibat pengeboman ikan hingga labuh jangkar kapal yang tidak pada tempatnya.

Pihaknya sudah melakukan beberapa restorasi dan rehabilitasi terumbu karang dengan memanfaatkan beberapa bibit karang yang sudah mati, untuk bisa diolah kembali menjadi karang baru. Namun tentunya upaya restorasi ini memakan waktu yang cukup lama minimal 3 hingga 6 bulan, atau bahkan bertahun-tahun hingga mengembalikan agar terumbu karang ini hidup kembali dan menjadi wadah habitat ikan hias atau ikan karang. Sementara itu, TNI, Polri dan Pemkab Kutim siap memfasilitasi siapapun jika memang ingin melakukan restorasi dan rehabilitasi terumbu karang di wilayah Kutai Timur.

—————————————–

Print Friendly, PDF & Email
0 0 votes
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments