Menu Click to open Menus
Home » Uncategorized » Kutim Masuk KLB DBD, Bupati Kutim Instruksikan Pelaksanaan Program 3M Plus Serentak

Kutim Masuk KLB DBD, Bupati Kutim Instruksikan Pelaksanaan Program 3M Plus Serentak

(440 Views) Februari 24, 2016 12:54 am | Published by | No comment

Sangatta. Masuknya Kutai Timur pada salah satu dari 6 daerah yang ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim, Senin (22/2) kemarin, membuat jajaran Pemkab Kutim bergerak cepat. Bupati Kutai Timur Ismunandar langsung melakukan rapat koordinasi dengan Dinkes Kutim dan 18 Camat di Kutim untuk melaksanakan program 3M (menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi wadah nyamuk berkembang biak) Plus dengan membersihkan tumpukan baju-baju kotor di belakang pintu, serta pemberian bubuk abate di tempat-tempat penampungan air bersih. Program 3M Plus ini dilaksanakan serentak di 18 Kecamatan di Kutim untuk menekan angka penderita DBD.

Menurut Kepala Dinkes Kutim dr Aisyah, penetapan status KLB DBD ini dilakukan oleh Dinkes Prov Kaltim dan Kutai Timur masuk di dalamnya. Program 3M Plus ini dilakukan dibarengi dengan melakukan foging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa. Sementara itu, walaupun sudah ditetapkan status KLB, diakui Aisyah tidak ada kucuran dana dari provinsi khusus untuk penanganan kasus DBD di daerah khususnya di Kutim. Namun dipastikan seluruh pasien DBD sudah dirawat dan tertangani di pusat-pusat kesehatan masyarakat dan Rumah Sakit.

Lanjut Aisyah, saat ini tercatat ada sebanyak 420 oranng pasien DBD se Kutim dan tahun ini sudah 5 warga Kutim meninggal dunia akibat DBD. Walaupun anggaran penanganan DBD di Kutim hanya Rp 500 juta, tetapi dipastikan penyalanan dan perawatan kepada masyarakat khususnya penderita DBD tetap dilakukan, karena masyarakat Kutim juga sudah sudah memiliki jaminan kesehatan seperti surat tidak mampu (SKTM), Jamkesda, Jamkesprov, dan BPJS.  Selain itu, ada pula bantuan dari LSM seperti Granat dan salah satu anggota DPRD Kaltim zona Kutai Timur yang membantu anggaran untuk foging.

(voice : dr Aisyah)

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang yang ditemui terpisah, mengatakan Pemkab Kutim segera bergerak cepat dengan kondisi Kutai Timur termasuk dalam salah satu daerah yang ditetapkan KLB DBD. Bupati Kutim langsung menginstruksikan pembentukan tim khusus penanganan DBD. Walaupun mengatakan belum bisa mengalokasikan anggaran khusus dalam penanganan DBD karena anggaran murni 2016 ini sudah diketuk, tetapi Kasmidi berharap adanya bantuan pihak ketiga khususnya perusahaan melalui dana CSRnya, untuk membantu pemerintah Kutim dalam penanganan kasus DBD ini.

(Voice : Wabup Kasmidi Bulang)

Print Friendly, PDF & Email
0 0 vote
Article Rating
Categorised in:
Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments